HOME  ⁄  Geopolitik

PBB Ungkap Krisis Kebutuhan Pokok di Yaman, Harga Pangan di Taiz Melonjak Lima Kali Lipat akibat Hambatan Akses

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PBB Ungkap Krisis Kebutuhan Pokok di Yaman, Harga Pangan di Taiz Melonjak Lima Kali Lipat akibat Hambatan Akses
Foto: (Sumber :Pemandangan wilayah pesisir distrik Dhubab di provinsi Taiz, Yaman pada 6 Oktober 2026. (Xinhua/HO-Pusat Media Houthi).)

Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan kelangkaan barang kebutuhan pokok di Kota Taiz, Yaman, akibat terhambatnya akses pengiriman logistik yang menyebabkan harga sejumlah kebutuhan dasar melonjak hingga lima kali lipat.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN OCHA) menyampaikan peringatan tersebut pada Rabu (4/11/2026), di tengah konflik yang terus berlangsung dan menghambat distribusi bantuan kepada masyarakat.

Hambatan akses juga menyebabkan pengangkutan sampah terhenti sehingga tumpukan limbah semakin banyak ditemukan di berbagai wilayah kota.

Sementara itu, hampir 310.000 orang dilaporkan mengungsi sejak eskalasi konflik terbaru di Yaman pada awal Agustus 2026.

Pasokan Tepung dan Bahan Pangan Terhambat di Taiz

UN OCHA melaporkan bahwa pengiriman tepung dan bahan pangan pokok lainnya menuju pasar di Kota Taiz mengalami gangguan serius.

Para pengangkut barang yang selama ini memasok kebutuhan masyarakat telah menarik truk mereka kembali ke kawasan Al-Farsha.

Truk-truk pengangkut tersebut kini tertahan di kawasan itu sehingga pasokan kebutuhan pokok tidak dapat menjangkau pasar sebagaimana biasanya.

Gangguan distribusi tersebut menyebabkan ketersediaan barang kebutuhan dasar di Taiz semakin terbatas.

Menurut UN OCHA, harga sejumlah barang kebutuhan pokok di kota tersebut telah meningkat hingga lima kali lipat.

Lonjakan harga terjadi ketika masyarakat masih menghadapi dampak konflik dan kesulitan memperoleh kebutuhan sehari-hari.

PBB menyoroti pentingnya pemulihan akses logistik agar distribusi pangan dan kebutuhan dasar dapat kembali menjangkau penduduk.

Tumpukan Sampah Meningkat dan Picu Risiko Penyakit

Selain mengganggu pasokan pangan, hambatan akses juga berdampak pada layanan pengangkutan sampah di Kota Taiz.

UN OCHA menyebut truk pengangkut sampah tidak dapat mencapai lokasi pembuangan sehingga kegiatan pengelolaan limbah terhenti.

Akibatnya, sampah terus menumpuk di berbagai penjuru kota.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko penyebaran penyakit di tengah masyarakat yang sudah menghadapi keterbatasan akses kebutuhan pokok.

Gangguan layanan kebersihan menjadi persoalan tambahan dalam situasi kemanusiaan yang memburuk akibat konflik.

PBB memperingatkan bahwa hambatan terhadap layanan dasar dapat memperbesar risiko kesehatan bagi penduduk yang terdampak.

Hampir 310 Ribu Warga Yaman Mengungsi Sejak Agustus

UN OCHA mencatat hampir 310.000 orang telah mengungsi sejak meningkatnya konflik dalam gelombang terbaru pada awal Agustus 2026.

Perpindahan penduduk dalam jumlah besar tersebut meningkatkan kebutuhan terhadap pangan, layanan kesehatan, tempat tinggal, dan bantuan darurat.

Di tengah kondisi tersebut, organisasi kemanusiaan terus berupaya menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan di berbagai wilayah Yaman.

Sejak Agustus, hampir 190.000 orang telah menerima bantuan pangan melalui kegiatan kemanusiaan.

Selain itu, hampir 140.000 orang memperoleh bantuan tunai darurat untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak.

Bantuan tersebut disalurkan sebagai bagian dari respons kemanusiaan terhadap meningkatnya jumlah penduduk terdampak konflik.

Layanan Kesehatan Jangkau Lebih dari 9.000 Pengungsi

UN OCHA juga melaporkan bahwa mitra kemanusiaan di bidang kesehatan telah menjangkau lebih dari 9.000 pengungsi.

Pelayanan tersebut dilakukan melalui 60 tim kesehatan keliling dan pos layanan kesehatan.

Selain memberikan pelayanan langsung kepada pengungsi, mitra kemanusiaan turut memberikan dukungan kepada 72 rumah sakit.

Dukungan layanan kesehatan menjadi bagian dari upaya menangani kebutuhan medis masyarakat di tengah meningkatnya jumlah pengungsi.

Kondisi kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian karena hambatan pengangkutan sampah di Taiz berpotensi meningkatkan risiko penyakit.

Ribuan Keluarga Pengungsi Terima Bantuan Tunai

Badan Pengungsi PBB melaporkan hampir 5.400 keluarga yang baru mengungsi telah terdaftar sebagai penerima bantuan kemanusiaan berupa uang tunai.

Dari jumlah tersebut, sekitar 4.200 keluarga telah menerima bantuan.

Badan tersebut juga menyalurkan bantuan tunai untuk kebutuhan tempat tinggal kepada lebih dari 2.100 keluarga di Aden, Abyan, dan Lahj.

Selain bantuan yang telah disalurkan, sebanyak 3.000 paket bantuan kemanusiaan sedang dalam perjalanan menuju Aden.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan untuk mendukung keluarga yang kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar akibat perpindahan tempat tinggal.

Sebanyak 37 Ribu Keluarga Masih Menunggu Bantuan Tempat Tinggal

Meski berbagai bantuan telah disalurkan, kebutuhan tempat tinggal bagi para pengungsi masih menjadi persoalan mendesak.

UN OCHA mencatat sekitar 37.000 keluarga masih menunggu bantuan tempat tinggal.

Sementara itu, sebanyak 32.000 keluarga lainnya belum memperoleh bantuan perlengkapan rumah tangga dasar.

Sejak awal Agustus, sebanyak 28 lokasi penampungan pengungsi telah dibuka atau kembali dioperasikan.

Lokasi-lokasi penampungan tersebut kini menampung lebih dari 20.000 orang yang terdampak konflik.

Besarnya jumlah keluarga yang masih menunggu bantuan menunjukkan kebutuhan kemanusiaan di Yaman belum sepenuhnya terpenuhi.

PBB Desak Perlindungan Warga Sipil dan Akses Bantuan Tanpa Hambatan

PBB kembali menyerukan perlindungan terhadap warga sipil yang terdampak konflik di Yaman.

Organisasi tersebut juga menekankan pentingnya akses kemanusiaan yang aman agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang semakin terisolasi.

"PBB menegaskan kembali seruan untuk perlindungan warga sipil serta akses kemanusiaan yang aman, berkelanjutan, dan tanpa hambatan, terutama bagi masyarakat yang semakin terisolasi akibat konflik yang terus berlangsung," kata UN OCHA.

Seruan tersebut disampaikan menyusul gangguan distribusi kebutuhan pokok, meningkatnya harga pangan, dan besarnya jumlah pengungsi yang masih membutuhkan bantuan.

PBB menegaskan perlunya akses kemanusiaan berkelanjutan untuk mendukung penyaluran pangan, layanan kesehatan, serta bantuan tempat tinggal bagi penduduk terdampak konflik.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026