HOME  ⁄  Ekonomi

Danantara Kembangkan Industri Peternakan Ayam Modern, Fasilitas di Malang Ditargetkan Rampung Mei 2027

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Danantara Kembangkan Industri Peternakan Ayam Modern, Fasilitas di Malang Ditargetkan Rampung Mei 2027
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Itik alabio dengan paruh kuning yang menjadi khasnya merupakan ternak unggas khas Kalimantan Selatan. ANTARA/HO..)

Pantau - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bersama Danantara mengembangkan industri peternakan unggas terintegrasi berbasis teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing industri peternakan nasional.

Kepala BP BUMN sekaligus Direktur Operasional Danantara Dony Oskaria mengatakan pengembangan tersebut diarahkan untuk membangun fasilitas peternakan ayam dengan standar teknologi, kebersihan, dan pengelolaan terbaik.

“Nanti saya mau lihat. Jadi ini integratif, peternakan terbaik yang ada di Indonesia. Kelasnya mesti canggih, bersih, tertata,” ujar Dony dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Salah satu fasilitas dalam Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi yang berlokasi di Malang, Jawa Timur, ditargetkan selesai pada Mei 2027.

Danantara Dorong Peternakan Ayam Berteknologi Modern

Dony menegaskan bahwa industri unggas yang dikembangkan harus memiliki sistem operasional yang efisien, produktif, dan profesional.

Menurutnya, integrasi bisnis peternakan perlu didukung teknologi modern serta pengelolaan fasilitas yang bersih dan tertata.

Standar tersebut diperlukan agar proyek peternakan yang dikembangkan Danantara dapat menjadi contoh bagi pelaku industri unggas di Indonesia.

Ia juga menekankan pentingnya kualitas manajemen dalam memastikan keberlanjutan usaha dan daya saing perusahaan.

Pengembangan industri unggas terintegrasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem peternakan ayam nasional.

Investasi Harus Memiliki Prospek Keuntungan yang Jelas

Selain aspek teknologi, Dony menegaskan bahwa keputusan investasi Danantara harus didasarkan pada potensi keuntungan dan prospek bisnis.

Menurutnya, besaran dana yang ditanamkan bukan satu-satunya pertimbangan dalam menentukan kelayakan suatu proyek.

“Investasi itu bukan berapa besar kecil yang dihitung, tapi return on investment-nya. Selama return on investment-nya bagus, kita mau invest. Jadi tetap dipastikan, masuk dalam satu industri itu harus jadi pemenang,” ujar Dony.

Ia menyatakan setiap investasi harus diarahkan untuk membangun perusahaan yang mampu bersaing dan menjadi pelaku unggulan di industrinya.

Dony juga meminta agar pemilihan lokasi dan pelaksanaan investasi dilakukan secara objektif, profesional, serta bebas dari konflik kepentingan.

Proyek Peternakan di Malang Ditargetkan Selesai Mei 2027

Sebagai bagian dari Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Danantara menyiapkan pembangunan salah satu fasilitas peternakan di Malang, Jawa Timur.

Fasilitas tersebut ditargetkan rampung pada Mei 2027 dan dipersiapkan sebagai salah satu proyek yang akan diresmikan oleh Presiden bersama menteri terkait.

Dony menegaskan bahwa pengembangan bisnis di berbagai daerah harus mampu menjadi acuan bagi industri nasional.

“Apapun yang kita lakukan di daerah-daerah itu harus menjadi acuan, benchmark bagi seluruh industri yang ada di Indonesia. Makanya, apa yang kita lakukan sekarang, kita betul-betul sangat concern terhadap kualitas manajemen,” ujar Dony.

Melalui proyek tersebut, BP BUMN dan Danantara berupaya membangun model peternakan modern yang kompetitif sekaligus memperkuat ekosistem pangan dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026