
Pantau - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengoptimalkan pemanfaatan buku bacaan bermutu untuk meningkatkan kemampuan literasi dan minat baca siswa sekolah dasar di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin meninjau langsung penggunaan buku bantuan pemerintah di UPTD SD Inpres Oebola, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Kamis (5/11/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan buku bacaan yang disalurkan pada 2022, 2024, dan 2026 benar-benar dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran.
"Kabupaten Kupang ini menjadi fokus perhatian pemerintah pusat untuk memfasilitasi akses sumber bacaan yang bermutu di sekolah. Kami ingin memastikan buku-buku yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembelajaran," kata Hafidz.
Badan Bahasa Dorong Guru Kembangkan Metode Membaca
Hafidz mengatakan kemampuan membaca pada jenjang pendidikan dasar menjadi fondasi penting bagi siswa untuk memahami berbagai bidang ilmu pengetahuan.
Karena itu, pemerintah tidak hanya menyediakan buku bacaan, tetapi juga mendorong guru mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Ia mengapresiasi kreativitas guru UPTD SD Inpres Oebola dalam memanfaatkan buku untuk memperkenalkan huruf, kata, hingga kalimat kepada siswa kelas awal.
Menurut Hafidz, penggunaan bahan bacaan dengan ilustrasi menarik dapat membantu meningkatkan ketertarikan anak terhadap kegiatan membaca.
Ia berharap metode pembelajaran yang diterapkan sekolah tersebut dapat menjadi contoh bagi sekolah lain di Kabupaten Kupang.
Papan Interaktif Digital Tingkatkan Minat Belajar Siswa
Selain buku bacaan bermutu, UPTD SD Inpres Oebola memanfaatkan papan interaktif digital bantuan Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan pembelajaran.
Hafidz menilai penggunaan teknologi tersebut dapat meningkatkan ketertarikan dan kepercayaan diri siswa saat belajar membaca.
"Anak-anak sangat tertarik dengan ilustrasi, gambar, huruf yang berwarna, dan berbagai motif yang ada di dalam papan interaktif digital," katanya.
Pemanfaatan buku dan perangkat digital tersebut dipadukan dengan kegiatan belajar yang melibatkan siswa secara aktif.
Badan Bahasa juga menggandeng mitra pembangunan, termasuk INOVASI, untuk mendampingi guru agar penggunaan buku bantuan pemerintah semakin efektif.
Pemkab Kupang Siap Perluas Program Literasi ke Sekolah Lain
Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki mengatakan pelatihan dan pendampingan guru telah memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran di sekolah.
"Hal ini terlihat dari proses pembelajaran di sekolah yang mengombinasikan penggunaan buku bacaan, papan interaktif digital, serta aktivitas belajar secara berkelompok," ujarnya.
Menurut Aurum, pendekatan tersebut membuat kegiatan membaca lebih menyenangkan dan meningkatkan antusiasme siswa.
Pemerintah Kabupaten Kupang berkomitmen mendorong penerapan metode serupa di sekolah-sekolah lain agar peningkatan literasi menjangkau lebih banyak wilayah.
Sebagai Bunda Literasi Kabupaten Kupang, Aurum juga mengajak siswa membangun kebiasaan membaca sejak dini.
"Tentu saya berharap kebiasaan membaca dapat meningkatkan rasa ingin tahu dan kemampuan anak-anak kita dalam menganalisis apa yang mereka baca sehingga menjadi fondasi untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas di Kabupaten Kupang," ujarnya.
INOVASI Dampingi Guru di Lima Kabupaten NTT
Deputy Program Director Education Ecosystems and Subnational Management INOVASI Handoko Widagdo mengatakan pihaknya mendukung peningkatan kapasitas guru di sekolah penerima bantuan buku bacaan bermutu.
Pendampingan tersebut mencakup pelatihan guru dan pemantauan bersama pemerintah daerah untuk memastikan buku digunakan secara optimal.
"Ternyata, kita lihat hari ini bahwa buku digunakan dengan baik, gurunya bisa menggunakan, dan anak-anak senang dengan buku-buku tersebut," kata Handoko.
Selain di Kabupaten Kupang, INOVASI telah memberikan pendampingan langsung di lima kabupaten NTT, yakni Sumba Barat, Sumba Timur, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, dan Nagekeo.
Program pendampingan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan guru dalam menggunakan bahan bacaan sebagai sarana peningkatan literasi siswa.
- Penulis :
- Aditya Yohan




