
Pantau - Parlemen Paraguay menyetujui dimulainya proses pemakzulan Presiden Santiago Pena setelah ambruknya bank digital Ueno Bank memicu krisis keuangan, demonstrasi besar-besaran, dan tekanan politik terhadap pemerintahannya.
Sebanyak 78 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Paraguay secara bulat menyetujui proses pemakzulan dalam sidang yang berlangsung Kamis (5/11/2026), meskipun Pena telah menyampaikan pengunduran diri dari jabatan presiden.
Keputusan tersebut diambil kurang dari satu jam setelah surat pengunduran diri Pena secara resmi disampaikan kepada parlemen melalui Menteri Dalam Negeri Enrique Riera.
Proses selanjutnya akan berlangsung di Senat Paraguay untuk menentukan apakah pemakzulan tetap dilanjutkan atau pengunduran diri Pena diterima.
Krisis politik tersebut dipicu oleh ambruknya Ueno Bank, bank digital terbesar di Paraguay, yang menyebabkan jutaan nasabah tidak dapat menarik dana mereka.
Parlemen Paraguay Sepakat Mulai Proses Pemakzulan Santiago Pena
Dewan Perwakilan Rakyat Paraguay menyetujui secara bulat dimulainya proses pemakzulan Presiden Santiago Pena dalam sidang pada Kamis (5/11/2026).
Seluruh 78 anggota legislatif yang mengikuti pemungutan suara mendukung keputusan tersebut.
Persetujuan parlemen muncul meskipun Pena sebelumnya telah menyampaikan keputusan untuk mengundurkan diri dari jabatan presiden.
Surat pengunduran diri tersebut disampaikan secara resmi kepada parlemen melalui Menteri Dalam Negeri Enrique Riera.
Namun, keputusan mundur tidak langsung menghentikan proses politik yang sedang berlangsung.
Senat Paraguay selanjutnya akan menentukan apakah proses pemakzulan diteruskan atau pengunduran diri Pena diterima.
Perkembangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya tekanan terhadap pemerintahan Pena akibat krisis yang melanda Ueno Bank.
Santiago Pena Mengundurkan Diri demi Stabilitas Nasional
Presiden Santiago Pena menyampaikan alasan pengunduran dirinya melalui pernyataan yang disiarkan di media sosial X.
Pena menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas nasional, kerukunan sosial, dan keberlangsungan institusi demokrasi Paraguay.
" Tidak ada jabatan yang pantas melebihi kemaslahatan Paraguay," tegas Pena dalam pernyataannya.
Pena juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat apabila kepemimpinannya telah menimbulkan kekecewaan.
Meski demikian, ia menegaskan tidak pernah memiliki niat untuk mengkhianati rakyat Paraguay.
Terkait krisis Ueno Bank, Pena menyampaikan harapannya agar dana masyarakat dapat dikembalikan dan kepentingan para nasabah tetap terlindungi.
Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan tanggung jawab lembaga penjamin simpanan dalam menangani dampak keruntuhan bank tersebut.
Selain perlindungan terhadap uang masyarakat, Pena berharap sumber daya milik rakyat Paraguay dapat tetap terjaga selama penanganan krisis.
Ueno Bank Ambruk, Jutaan Nasabah Tidak Bisa Menarik Uang
Krisis politik di Paraguay bermula dari persoalan keuangan yang melanda Ueno Bank, salah satu lembaga perbankan digital terbesar di negara tersebut.
Bank Sentral Paraguay sebelumnya melakukan intervensi setelah tingkat likuiditas Ueno Bank turun di bawah ambang batas yang diwajibkan.
Penurunan likuiditas tersebut menyebabkan jutaan nasabah mengalami kesulitan menarik dana dari rekening mereka.
Kondisi itu kemudian memicu kekhawatiran masyarakat mengenai keamanan simpanan yang ditempatkan di bank tersebut.
Otoritas Paraguay mulai mengambil langkah untuk melindungi nasabah dengan memindahkan rekening mereka ke sejumlah bank lain.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan dampak krisis perbankan yang meluas.
Ambruknya Ueno Bank juga memicu gelombang demonstrasi besar-besaran di ibu kota Paraguay, Asuncion.
Para pengunjuk rasa mendesak Presiden Santiago Pena bertanggung jawab atas krisis keuangan yang terjadi.
Tekanan publik tersebut kemudian berkembang menjadi krisis politik yang berujung pada pengunduran diri Pena dan persetujuan proses pemakzulan oleh parlemen.
Kepemilikan Saham Pena di Ueno Holding Picu Dugaan Konflik Kepentingan
Krisis Ueno Bank turut memunculkan dugaan konflik kepentingan yang melibatkan Presiden Santiago Pena.
Pena diketahui pernah memiliki saham di Ueno Holding, perusahaan induk dari bank digital yang mengalami keruntuhan tersebut, hingga 2025.
Riwayat kepemilikan saham tersebut menjadi perhatian setelah persoalan likuiditas Ueno Bank berkembang menjadi krisis nasional.
Anggota legislatif oposisi menuding pemerintah terlibat dalam konflik kepentingan terkait penanganan persoalan bank tersebut.
Selain itu, oposisi juga melontarkan tuduhan mengenai penyalahgunaan dana pensiun dan upaya menutup-nutupi masalah keuangan Ueno Bank.
Tuduhan tersebut menjadi bagian dari tekanan politik yang dihadapi pemerintahan Pena menjelang keputusan pengunduran dirinya.
Namun, tuduhan yang disampaikan oposisi masih perlu dibedakan dari temuan hukum yang telah terbukti.
Partai Colorado Kehilangan Dukungan terhadap Pena, Horacio Cartes Dukung Pemakzulan
Tekanan terhadap Santiago Pena tidak hanya datang dari masyarakat dan kelompok oposisi, tetapi juga dari partai politik yang sebelumnya mendukung pemerintahannya.
Menurut laporan media Paraguay ABC Color, dukungan terhadap Pena di Partai Colorado mengalami kemerosotan tajam setelah krisis Ueno Bank.
Bahkan, mantan Presiden Paraguay Horacio Cartes yang dikenal sebagai mentor politik Pena turut mendukung proses pemakzulan.
Perubahan sikap tersebut menunjukkan melemahnya dukungan politik terhadap Pena di tengah krisis yang melanda sektor perbankan.
Pena sebelumnya dilantik sebagai Presiden Paraguay pada Agustus 2023 untuk menjalani masa jabatan lima tahun.
Namun, krisis yang dipicu oleh ambruknya Ueno Bank membuat masa kepemimpinannya menghadapi tekanan sebelum periode jabatan tersebut berakhir.
Delapan Petinggi Ueno Bank Ditahan, Puluhan Pejabat Hadapi Proses Hukum
Selain berdampak terhadap pemerintahan Paraguay, keruntuhan Ueno Bank juga memicu proses hukum terhadap sejumlah pihak yang berkaitan dengan operasional bank tersebut.
Berdasarkan laporan ABC Color, delapan petinggi Ueno Bank telah ditahan oleh otoritas setempat.
Sementara itu, sebanyak 27 pejabat bank dan mitra bisnis menghadapi gugatan hukum terkait persoalan yang terjadi.
Proses hukum tersebut berlangsung bersamaan dengan langkah pemerintah untuk melindungi dana nasabah yang terdampak.
Otoritas Paraguay juga terus menjalankan pemindahan rekening nasabah ke lembaga perbankan lain sebagai bagian dari penanganan krisis.
Di tengah proses tersebut, masa depan kepemimpinan Santiago Pena masih bergantung pada keputusan Senat mengenai pengunduran diri atau kelanjutan proses pemakzulan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




