HOME  ⁄  Geopolitik

Donald Trump dan Partai Republik Kalah dalam Pemilu Sela AS 2026, Demokrat Rebut Kendali Senat dan Kongres

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Donald Trump dan Partai Republik Kalah dalam Pemilu Sela AS 2026, Demokrat Rebut Kendali Senat dan Kongres
Foto: (Sumber :Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicar di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington DC, pada 5 November 2026. Trump menandatangani Keputusan Presidem yang menetapkan Ruang Oval dan Ruang Kabinet sebagai situs bersejarah. ANTARA/AFP/MANDEL NGAN.)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Partai Republik mengalami kekalahan dalam pemilu sela pada 3 November 2026, setelah Partai Demokrat dilaporkan berhasil merebut kendali Kongres dan memperoleh mayoritas kursi Senat.

Berdasarkan data penghitungan suara yang dikutip dari Associated Press dalam laporan wartawan, Demokrat memperoleh 54 kursi Senat, sedangkan Republik menguasai 44 kursi.

Dua kursi lainnya, yakni dari Alaska dan Mississippi, belum dapat dipastikan pemenangnya karena selisih perolehan suara masih sangat ketat.

Hasil tersebut mengubah peta kekuatan politik Amerika Serikat menjelang dimulainya masa kerja Kongres baru pada 3 Januari 2027.

Kekalahan Partai Republik juga mendapat perhatian internasional, termasuk dari Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez yang menilai hasil pemilu sebagai bentuk penolakan masyarakat terhadap sejumlah kebijakan pemerintahan Trump.

Partai Demokrat Raih Mayoritas Senat dalam Pemilu Sela AS

Pemilu sela Amerika Serikat yang berlangsung pada Selasa (3/11/2026) menghasilkan perubahan komposisi kekuatan politik di Kongres.

Partai Demokrat dilaporkan memperoleh mayoritas kursi di Senat, setelah sebelumnya lembaga legislatif tersebut berada di bawah kendali Partai Republik.

Berdasarkan data sementara Associated Press yang dikutip dalam laporan ANTARA, Demokrat telah mengamankan 54 kursi Senat.

Sementara itu, Partai Republik memperoleh 44 kursi.

Dengan perolehan tersebut, Demokrat telah melampaui ambang mayoritas 51 kursi di Senat yang memiliki 100 anggota.

Dua kursi yang belum ditentukan pemenangnya berasal dari Alaska dan Mississippi.

Penghitungan suara di kedua negara bagian tersebut masih berlangsung ketat sehingga pemenangnya belum dapat diumumkan.

Dalam laporan tersebut, kandidat Demokrat disebut memimpin tipis penghitungan suara di Alaska dan Mississippi.

Kekalahan Republik Ubah Keseimbangan Kekuasaan di Kongres

Hasil pemilu sela juga dilaporkan mengubah komposisi kekuatan politik di Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat atau House of Representatives.

Partai Demokrat disebut berhasil mengambil alih kendali lembaga legislatif tersebut dari Partai Republik.

Dengan mayoritas di kedua kamar Kongres, Demokrat memiliki posisi yang lebih kuat dalam pembahasan undang-undang dan pengawasan pemerintahan.

Komposisi baru Kongres dijadwalkan mulai bekerja pada 3 Januari 2027.

Perubahan tersebut berpotensi mempersulit pemerintahan Donald Trump dalam memperoleh persetujuan terhadap sejumlah agenda kebijakan.

Pemerintah juga dapat menghadapi negosiasi yang lebih panjang dengan anggota legislatif Demokrat, terutama dalam pembahasan anggaran dan rancangan undang-undang.

Meski demikian, hasil pemilu sela tidak secara langsung mengakhiri masa jabatan Trump sebagai presiden.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez Soroti Hasil Pemilu AS

Kekalahan Partai Republik dalam pemilu sela Amerika Serikat turut mendapat tanggapan dari Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez.

Sanchez menilai hasil pemungutan suara menunjukkan sikap masyarakat Amerika terhadap berbagai kebijakan pemerintahan Trump.

"Rakyat Amerika (Serikat) telah memberikan suaranya untuk menentang kebijakan-kebijakan yang telah memiskinkan mereka, untuk menentang kebencian, untuk menentang seksisme, untuk menentang penyangkal perubahan iklim, dan menentang hak-hak istimewa untuk kaum elite," kata Sanchez.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah hasil pemilu sela menunjukkan peningkatan perolehan kursi Partai Demokrat.

Sanchez mengaitkan hasil pemilu dengan persoalan ekonomi, perubahan iklim, kesetaraan, dan kebijakan yang dinilainya menguntungkan kelompok elite.

Pernyataan itu merupakan penilaian politik Sanchez terhadap hasil pemilu, bukan kesimpulan resmi mengenai alasan seluruh pemilih memberikan suara.

Pemilu Sela Menjadi Mekanisme Pengawasan Pemerintahan AS

Pemilu sela merupakan bagian dari sistem demokrasi Amerika Serikat yang memungkinkan masyarakat memilih anggota Kongres di tengah masa jabatan presiden.

Pemungutan suara tersebut berlangsung setiap dua tahun dan tidak selalu bersamaan dengan pemilihan presiden.

Seluruh kursi Dewan Perwakilan Rakyat diperebutkan dalam pemilu sela, sementara sekitar sepertiga kursi Senat mengikuti siklus pemilihan sesuai masa jabatan masing-masing anggota.

Hasil pemilu dapat mengubah keseimbangan kekuasaan antara pemerintah dan lembaga legislatif.

Apabila partai oposisi memperoleh mayoritas di Kongres, pemerintahan presiden dapat menghadapi pengawasan dan tantangan politik yang lebih besar.

Situasi tersebut menjadi perhatian setelah Partai Demokrat dilaporkan merebut mayoritas kursi Kongres dalam pemilu sela 2026.

Pemerintahan Trump Berpotensi Hadapi Negosiasi Lebih Sulit

Perubahan komposisi Kongres dapat memengaruhi pelaksanaan agenda pemerintahan Donald Trump selama sisa masa jabatannya.

Dengan mayoritas Partai Demokrat di Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat sebagaimana dilaporkan, Partai Republik tidak lagi dapat mengandalkan dukungan mayoritas legislatif untuk meloloskan kebijakan.

Rancangan undang-undang yang membutuhkan persetujuan Kongres berpotensi menghadapi perdebatan lebih panjang.

Pembahasan anggaran federal juga dapat menjadi salah satu bidang yang membutuhkan kesepakatan antara pemerintahan Trump dan anggota legislatif Demokrat.

Selain itu, mayoritas oposisi dapat memperkuat fungsi pengawasan Kongres terhadap kebijakan pemerintah.

Namun, sejauh mana perubahan tersebut memengaruhi jalannya pemerintahan masih bergantung pada keputusan politik dan kerja sama kedua partai setelah Kongres baru mulai bertugas.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026