
Pantau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, berhasil masuk nominasi Innovative Government Award (IGA) 2026 setelah mengajukan 250 inovasi pelayanan publik dan pembangunan daerah dalam ajang penghargaan yang diselenggarakan pemerintah pusat.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan pemerintah daerah telah memaparkan sejumlah inovasi unggulan kepada tim penilai IGA 2026 melalui pertemuan daring.
Dua program yang menjadi unggulan Banyuwangi dalam penilaian tersebut adalah Goker Wangi di bidang ketenagakerjaan dan Rindu Bulan di sektor pendidikan.
Kedua inovasi tersebut dinilai memiliki capaian terukur, mulai dari penurunan tingkat pengangguran terbuka hingga berkurangnya jumlah anak yang tidak bersekolah.
Mujiono menegaskan bahwa inovasi daerah harus mampu menjawab tantangan pembangunan, terutama ketika pemerintah menghadapi keterbatasan anggaran.
"Oleh karena itu, inovasi menjadi kunci untuk meningkatkan efektivitas pembangunan dan yang penting harus berdampak pada masyarakat," katanya di Banyuwangi, Jumat (6/11/2026).
Banyuwangi Ajukan 250 Inovasi dalam Penilaian IGA 2026
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengikutsertakan sebanyak 250 inovasi dalam ajang Innovative Government Award 2026.
Pengajuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efektivitas program pembangunan.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono memaparkan langsung inovasi unggulan daerah di hadapan tim penilai melalui pertemuan daring.
Menurut Mujiono, inovasi tidak hanya berkaitan dengan penciptaan program baru atau penggunaan teknologi dalam pelayanan pemerintahan.
Inovasi juga harus menjadi solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat dan tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi salah satu alasan pentingnya pengembangan program yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Dalam penilaian tersebut, Banyuwangi menampilkan program yang memiliki hasil terukur pada sektor ketenagakerjaan dan pendidikan.
Goker Wangi Bantu Tekan Pengangguran Banyuwangi Menjadi 3,94 Persen
Salah satu inovasi unggulan yang dipaparkan Pemkab Banyuwangi adalah Goker Wangi atau Golek Kerjo Banyuwangi.
Program tersebut merupakan layanan ketenagakerjaan terintegrasi yang membantu masyarakat memperoleh informasi pekerjaan dan layanan pengembangan karier.
Mujiono menjelaskan bahwa Goker Wangi tidak hanya berfungsi sebagai bursa kerja daring, tetapi juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi pencari kerja.
"Di dalamnya terdapat fitur bimbingan jabatan, pasar kerja inklusif bagi penyandang disabilitas, pelacakan status lamaran kerja, hingga penilaian mandiri bagi pencari kerja," kata Mujiono.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat mencari informasi lowongan pekerjaan dan mengajukan lamaran secara daring.
Pencari kerja juga dapat memperoleh konsultasi, pendampingan karier, serta informasi mengenai program pelatihan kerja.
Informasi pelatihan yang tersedia berasal dari lembaga pelatihan swasta, instansi pemerintah, dan perangkat daerah.
Goker Wangi turut berkontribusi dalam upaya menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Banyuwangi.
Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah daerah, TPT Banyuwangi turun dari 5,42 persen pada 2021 menjadi 3,94 persen pada 2025.
Penurunan tersebut mencapai 1,48 poin persentase dalam kurun waktu empat tahun.
Mujiono juga mengungkapkan bahwa layanan Goker Wangi telah diintegrasikan ke dalam aplikasi Smart Kampung.
"Pada tahun 2025 ada 5.418 orang yang mengakses Goker Wangi yang terintegrasi di aplikasi Smart Kampung," ujar Mujiono.
Rindu Bulan Tekan Jumlah Anak Tidak Sekolah dari 4.186 Menjadi 1.356
Selain ketenagakerjaan, Pemkab Banyuwangi mengunggulkan inovasi Rindu Bulan yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan.
Program tersebut bertujuan mendukung penuntasan wajib belajar 12 tahun sekaligus mengurangi jumlah anak yang tidak bersekolah.
Mujiono menjelaskan bahwa Rindu Bulan dilaksanakan melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan pemerintah desa.
"Ini adalah gerakan kolaboratif dengan menempatkan pemerintah desa sebagai garda terdepan memastikan anak-anak usia sekolah agar tidak putus sekolah," kata Mujiono.
Pelaksanaan program Rindu Bulan dilakukan melalui tiga tahapan utama.
Tahapan pertama adalah pendataan secara berkala terhadap anak-anak usia sekolah yang tidak mengikuti pendidikan.
Tahapan kedua berupa upaya mengembalikan anak yang putus sekolah ke lembaga pendidikan.
Sementara itu, tahapan ketiga mencakup pendampingan psikososial untuk mendukung keberlanjutan pendidikan anak.
Melalui pelaksanaan program tersebut, Pemkab Banyuwangi mencatat penurunan jumlah anak tidak sekolah dalam dua tahun terakhir.
Pada 2023, jumlah anak tidak sekolah di Banyuwangi tercatat sebanyak 4.186 orang.
Angka tersebut kemudian turun menjadi 1.356 anak pada 2025.
Dengan demikian, jumlah anak tidak sekolah berkurang sebanyak 2.830 orang selama periode tersebut.
Sebanyak 74 Desa di Banyuwangi Berhasil Tuntaskan Wajib Belajar 12 Tahun
Program Rindu Bulan juga menunjukkan perkembangan pada jumlah desa yang berhasil menuntaskan wajib belajar 12 tahun.
Mujiono menyampaikan bahwa jumlah desa dengan capaian tersebut meningkat dalam kurun waktu dua tahun.
Sebelumnya, hanya tiga desa di Banyuwangi yang tercatat berhasil menuntaskan wajib belajar 12 tahun.
Namun, jumlah tersebut meningkat menjadi 74 desa setelah pelaksanaan program pendidikan yang melibatkan pemerintah desa.
"Capaian lainnya, jumlah desa yang berhasil menuntaskan wajib belajar 12 tahun meningkat pesat, dari semula hanya tiga desa menjadi 74 desa dalam kurun waktu dua tahun," kata dia.
Peningkatan tersebut menjadi salah satu capaian yang dipaparkan Pemkab Banyuwangi dalam penilaian IGA 2026.
Melalui program Rindu Bulan, pemerintah desa dilibatkan secara langsung untuk mendata, mendampingi, dan membantu anak-anak yang berisiko putus sekolah.
Penilaian IGA 2026 Libatkan 30 Anggota dari 26 Instansi
Ajang Innovative Government Award 2026 melibatkan tim penilai yang terdiri atas 30 anggota dari 26 instansi.
Tim tersebut berasal dari berbagai unsur, termasuk kementerian dan lembaga pemerintah, akademisi, media nasional, serta organisasi nonpemerintah atau non-governmental organization (NGO).
Dalam proses penilaian, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memaparkan capaian inovasi yang telah dilaksanakan di berbagai sektor pelayanan publik.
Program Goker Wangi dan Rindu Bulan menjadi contoh inovasi yang disampaikan karena memiliki indikator hasil pada bidang ketenagakerjaan dan pendidikan.
Keikutsertaan Banyuwangi dalam IGA 2026 menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat pelayanan publik melalui program yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
- Penulis :
- Aditya Yohan




