
Pantau - Presiden baru Paraguay Pedro Alliana berjanji mengganti seluruh kerugian 2,94 juta nasabah Ueno Bank yang terdampak krisis perbankan setelah lembaga keuangan digital tersebut kolaps dan aset nasabah dibekukan.
Alliana resmi dilantik sebagai Presiden Paraguay pada Jumat (6/11/2026), menggantikan Santiago Pena yang diberhentikan melalui proses pemakzulan di Kongres Nasional Paraguay.
Dalam pidato pelantikannya, Alliana menegaskan pemerintah akan bertanggung jawab mengembalikan dana nasabah yang terdampak krisis keuangan tersebut.
"Saya datang untuk menyampaikan janji yang konkret: warga negara yang saat ini mengalami masa sulit akibat bencana keuangan ini akan mendapatkan ganti rugi sepenuhnya. Kami tidak akan membiarkan mereka sendirian," kata Alliana.
Setelah dilantik, Alliana langsung memerintahkan regulator keuangan mempercepat skema pengembalian dana dengan memprioritaskan rekening berpenghasilan rendah dan nasabah kecil yang paling terdampak pembekuan.
Krisis Ueno Bank Picu Pemakzulan Presiden
Alliana sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden Paraguay sebelum mengambil alih kepemimpinan negara tersebut untuk menyelesaikan sisa masa jabatan periode 2023-2028.
Pergantian kepemimpinan terjadi setelah Kongres memakzulkan dan memberhentikan Santiago Pena melalui pemungutan suara Senat dengan hasil 44 suara mendukung pemakzulan dan tanpa suara penolakan.
Pelantikan Alliana berlangsung dalam sidang luar biasa Kongres setelah Ketua Senat Basilio Nunez menyerahkan selempang kepresidenan kepadanya.
Sebelum pemungutan suara, Pena sempat mengirimkan surat pengunduran diri kepada Kongres untuk meredakan krisis politik yang melanda Paraguay.
"Saya mengundurkan diri untuk menghindari kerugian lebih lanjut bagi negara dan membantu memulihkan ketenangan di Paraguay. Tidak seorang pun seharusnya menjadi penyebab perpecahan atau ketidakstabilan yang lebih besar," tulis Pena dalam pernyataan pengunduran dirinya.
Namun, setelah Senat menyatakan Pena bersalah dan memberhentikannya, kejaksaan meminta penahanan segera terhadap mantan presiden tersebut atas dugaan konflik kepentingan, negosiasi ilegal, dan penggelapan dana terkait kolapsnya Ueno Bank.
Kolapsnya Ueno Bank Bekukan Dana Hampir Separuh Penduduk
Krisis perbankan Paraguay bermula ketika Bank Sentral Paraguay (BCP) mengambil alih pengawasan Ueno Bank pada awal pekan tersebut setelah menemukan persoalan serius dalam kecukupan modal bank.
Penutupan bank digital itu menyebabkan aset milik sekitar 2,94 juta nasabah dibekukan atau hampir separuh dari total populasi Paraguay.
Dampak krisis juga dirasakan sejumlah lembaga publik dan pengelola dana pensiun, termasuk Institut Jaminan Sosial milik negara.
Sejumlah anggota parlemen menuduh pemerintahan Pena membiarkan lembaga pemerintah dan dana pensiun publik menyimpan dana hingga ratusan juta dolar AS di Ueno Bank melebihi batas yang diizinkan undang-undang.
Tuduhan tersebut juga berkaitan dengan peringatan mengenai pemberian pinjaman kepada pihak terkait dan minimnya jaminan atas dana yang ditempatkan di bank tersebut.
Kini, pemerintahan Pedro Alliana menghadapi tantangan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan sekaligus memastikan pengembalian dana jutaan nasabah yang terdampak krisis.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




