HOME  ⁄  Hiburan

Setu Babakan Hidupkan Kembali Permainan Tradisional Betawi untuk Kenalkan Budaya kepada Generasi Muda

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Setu Babakan Hidupkan Kembali Permainan Tradisional Betawi untuk Kenalkan Budaya kepada Generasi Muda
Foto: Arsip foto - Sejumlah siswa bermain permainan tradisional damdas dalam Gebyar Seni Budaya Setu Babakan di Unit Pengelola Kawasan (UPK) Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan, Selasa (12/8/2025).

Pantau - Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan di Jagakarsa, Jakarta Selatan, menghidupkan kembali beragam permainan tradisional Betawi melalui pameran temporer tahunan dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Pameran bertema "Saban Maen Bikin Girang, Hiburan Jadul yang Kagak Ilang" tersebut menghadirkan permainan tradisional seperti dampu, pletokan, hingga permainan karet.

Kepala UPK Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Debby Novita Andriani mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengenalkan kembali permainan masa lalu, tetapi juga nilai yang terkandung di dalamnya.

"Kegiatan ini lebih dari sekadar nostalgia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kembali nilai-nilai kebersamaan, pengendalian diri, sportivitas, dan kerja sama yang terkandung dalam permainan rakyat kepada generasi muda," kata Debby.

Permainan Tradisional Jadi Sarana Pembentukan Karakter

Debby menjelaskan penggunaan kata maen dalam tema pameran sengaja dipilih untuk mempertegas identitas khas masyarakat Betawi.

Menurut dia, permainan dalam budaya Betawi tidak hanya berkaitan dengan persoalan menang dan kalah, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan dan karakter.

"Bermain adalah tentang kebersamaan, belajar mengalah, bersabar, dan melatih pengendalian diri agar hati menjadi girang," ucapnya.

Pameran tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga permainan rakyat sebagai objek pemajuan kebudayaan di tengah modernisasi Jakarta.

"Sebagai satu-satunya pusat edukasi dan laboratorium budaya Betawi milik Pemprov DKI Jakarta, Setu Babakan terus berkomitmen memperkuat identitas kebudayaan lokal di tengah transformasi Jakarta menuju kota global," katanya.

Upaya pelestarian budaya itu dilakukan melalui pendekatan kolaborasi pentaheliks yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, perguruan tinggi, dan pihak swasta.

Lokakarya Gambang Kromong hingga Pembuatan Bir Pletok

Selain koleksi permainan tradisional, pameran menghadirkan kegiatan pengelolaan pengetahuan atau knowledge management bagi peserta dan pengunjung.

Rangkaian kegiatan tersebut mencakup lokakarya musik Gambang Kromong serta pelatihan pembuatan bir pletok sebagai minuman khas Betawi.

"Pameran temporer ini kami harapkan dapat diikuti oleh seluruh peserta ataupun pengunjung yang hadir hingga usai, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat rasa bangga terhadap warisan budaya Jakarta," ucap Debby.

Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak hanya mengandalkan dunia digital untuk memperluas perspektif, tetapi tetap mengenal sejarah dan melestarikan kebudayaan.

"Melalui permainan ini, kita dapat mengembangkan karakter dan jati diri melalui kebersamaan, pengendalian emosi, serta kejujuran. Dengan demikian, nilai-nilai ini dapat menjadi pegangan dan pendamping hidup dalam bergaul, bekerja sama, serta berinteraksi secara sosial," ucapnya.

Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Provinsi DKI Jakarta Widyastuti mengapresiasi langkah Dinas Kebudayaan DKI Jakarta dan UPK Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan mengangkat kembali permainan tradisional.

"Kegiatan ini dapat menjadi aset pengetahuan yang penting bagi generasi muda," katanya.

Widyastuti berharap upaya tersebut dapat menciptakan keseimbangan bagi generasi muda, termasuk Gen Z, antara penggunaan teknologi dan pengenalan terhadap permainan tradisional.

Penulis :
Gerry Eka