HOME  ⁄  Hiburan

Gaun Hitam Ikonik Putri Diana Akan Dilelang, Harganya Ditaksir Tembus Rp5,2 Miliar

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gaun Hitam Ikonik Putri Diana Akan Dilelang, Harganya Ditaksir Tembus Rp5,2 Miliar
Foto: (Sumber :Arsip foto - Mendiang Putri Diana dari Inggris. (Pixabay).)

Pantau - Gaun malam hitam ikonik yang pernah dikenakan Putri Diana pada 1994 akan dilelang untuk pertama kalinya sejak 1997 melalui Sotheby’s New York pada 9 Desember 2026 dengan perkiraan harga 150.000 hingga 300.000 dolar AS atau sekitar Rp2,6 miliar hingga Rp5,2 miliar.

Gaun sutra rancangan Christina Stambolian yang dikenal sebagai “gaun balas dendam” tersebut dikenakan Diana ketika menghadiri jamuan makan malam penggalangan dana Vanity Fair di Serpentine Gallery, London, pada 29 Juni 1994.

Penampilan Diana terjadi pada malam yang sama dengan penayangan film dokumenter di televisi nasional yang memuat pengakuan Pangeran Charles, yang kini menjadi Raja Charles III, bahwa ia telah berselingkuh selama pernikahan mereka.

Diana dan Charles ketika itu telah berpisah selama hampir dua tahun.

Kedatangan Diana mengenakan gaun hitam yang pas di badan di tengah kerumunan fotografer kemudian menjadi salah satu penampilannya yang paling dikenal sekaligus momen penting dalam sejarah mode modern.

Gaun Dijuluki sebagai Busana Balas Dendam

Media kemudian menjuluki busana tersebut sebagai “gaun balas dendam” dan penampilan Diana dipandang sebagai bentuk kepercayaan dirinya ketika kehidupan pernikahannya menjadi sorotan publik.

Gaun dengan model bahu terbuka tersebut memiliki bagian dada berlipit, ujung asimetris, serta ekor sifon yang dramatis.

Diana saat itu memadukannya dengan sepatu hak tinggi hitam, tas genggam, serta kalung choker mutiara yang dihiasi bros safir dan berlian antik.

Bros tersebut merupakan hadiah pernikahan dari Ibu Suri.

Diana sebenarnya telah memiliki gaun tersebut selama tiga tahun, tetapi sebelumnya menganggap desainnya terlalu berani untuk dikenakan dalam penampilan publik.

Ia dilaporkan mengubah pilihan busananya pada menit-menit terakhir sebelum jamuan makan malam dan tidak jadi mengenakan gaun Valentino yang lebih tradisional.

Menurut penata gayanya saat itu, Anna Harvey, Diana "ingin tampil memukau dan luar biasa."

Kepala global divisi tas tangan dan mode Sotheby’s Morgane Halimi mengatakan Diana memahami pakaian dapat menjadi salah satu bentuk komunikasi.

“Atas caranya sendiri, Putri Diana mengubah gaun tersebut menjadi salah satu pesan paling kuat yang pernah ia sampaikan,” kata Halimi.

Penampilan tersebut turut melahirkan gagasan revenge dressing atau “gaun balas dendam”, yakni istilah untuk menggambarkan pilihan busana yang menunjukkan kepercayaan diri, perubahan, atau kemandirian setelah putus cinta maupun menghadapi krisis pribadi.

Kembali Dilelang Setelah Hampir 30 Tahun

Diana memasukkan gaun karya Stambolian tersebut dalam daftar 79 busana yang ditawarkan secara pribadi dalam lelang amal pada Juni 1997, beberapa bulan sebelum meninggal dunia pada Agustus tahun yang sama.

Penjualan tersebut menggalang dana bagi organisasi amal kanker dan AIDS, sedangkan gaun itu dibeli oleh pemiliknya saat ini dan disimpan sejak 1997.

Sebuah salinan langka katalog lelang asli 1997 yang memiliki nomor seri serta ditandatangani Diana dan Stambolian juga akan dijual bersama gaun tersebut.

Katalog tersebut mencatat bahwa putra Diana, Pangeran William, merupakan sosok yang mengusulkan penyelenggaraan penjualan busana untuk kegiatan amal.

Sebagian hasil lelang pada Desember mendatang akan disumbangkan kepada NHS Lothian Charity atas nama Royal Edinburgh Hospital.

Gaun Diana Jalani Tur Pameran Internasional

Sebelum dilelang, gaun tersebut akan menjalani rangkaian pameran internasional yang dimulai di Sotheby’s London pada 18-24 September dalam rangka London Fashion Week.

Gaun itu selanjutnya dibawa ke Hong Kong dan Jenewa sebelum dipamerkan di Gedung Breuer milik Sotheby’s di New York mulai 2 Desember.

Sotheby’s kemudian akan melelang gaun tersebut secara langsung pada 9 Desember 2026.

Gaun asli itu belum dipamerkan kepada publik selama hampir 30 tahun, meskipun replikanya telah muncul dalam sejumlah pameran dan produksi televisi, termasuk serial kerajaan Netflix The Crown.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026