
Pantau - Kementerian Pariwisata mendukung penyelenggaraan konser musisi internasional di Indonesia melalui Event by Indonesia sebagai upaya menarik lebih banyak wisatawan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di sektor pariwisata.
"Event by Indonesia kami hadirkan untuk memperkuat ekosistem event sekaligus menciptakan dampak yang lebih luas bagi pariwisata dan masyarakat," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
"Kami ingin setiap event tidak berhenti pada penyelenggaraan acara, tetapi mampu mendatangkan wisatawan, menggerakkan UMKM, membuka lapangan kerja, dan menciptakan nilai tambah ekonomi," ia menambahkan.
Sebanyak 105 Acara Didukung Pemerintah
Sepanjang Januari hingga Juli 2026, pemerintah mendukung penyelenggaraan 105 acara yang terdiri atas 18 acara nasional, 10 acara internasional, 61 acara dalam Karisma Event Nusantara, 14 acara Meetings, Incentives, Conferences & Exhibitions (MICE), dan dua acara daerah.
Menurut Kementerian Pariwisata, seluruh kegiatan tersebut melibatkan sekitar 11 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta lebih dari 184 ribu pekerja seni dan anggota komunitas.
Rangkaian acara itu secara keseluruhan menarik lebih dari 6,47 juta pengunjung dan diperkirakan menghasilkan perputaran uang hingga Rp1,09 triliun.
Capaian tersebut menunjukkan potensi penyelenggaraan acara dalam mendorong usaha pariwisata dan berbagai kegiatan usaha pendukung.
"Indonesia memiliki potensi besar untuk menghadirkan pengalaman kelas dunia," kata Widiyanti.
"Karena itu, kami terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan agar Indonesia semakin dikenal sebagai destinasi event internasional yang berkualitas," katanya.
Konser Internasional Dinilai Gerakkan Ekonomi Pariwisata
Menteri Pariwisata menyampaikan penyelenggaraan konser musisi internasional dapat memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi yang menawarkan beragam pengalaman wisata.
Salah satu konser yang mendapat perhatian adalah YE Live in Jakarta 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026.
Menurut Widiyanti, konser artis internasional tersebut berpotensi memberikan dampak nyata terhadap berbagai kegiatan usaha pariwisata.
"Konser musik internasional bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi pariwisata," katanya.
"Kehadiran musisi dan penggemar dari berbagai negara menciptakan aktivitas ekonomi yang luas, mulai dari tiket, akomodasi, transportasi, kuliner, hingga berbagai sektor pendukung lainnya," ia menambahkan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




