
Pantau - Tim "Home Sweet Loan The Musical" mengajak masyarakat semakin dekat dengan batik dan wastra Nusantara dalam kehidupan sehari-hari menjelang peringatan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober 2026.
Pesan tersebut disampaikan pemeran Kaluna, Kalya Islamadina dan Chintana Jo, bersama Sutradara Lisa Reideka seusai pertunjukan gala show "Home Sweet Loan The Musical" di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (30/9/2026) malam.
Mereka menilai pertunjukan teater musikal dapat menjadi sarana mengenalkan kekayaan budaya Indonesia dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Batik Tak Hanya untuk Acara Formal
Kalya Islamadina menilai kain tradisional tidak harus digunakan hanya ketika menghadiri acara formal, tetapi dapat dipadupadankan dengan pakaian sehari-hari.
"Kita harus lebih banyak mendekat lagi dengan budaya kita, budaya wastra Indonesia ke kehidupan kita sehari-hari. Enggak cuma kalau kita mau ke acara formal atau ke kantor aja, tapi dipadupadankan dalam keseharian sebagai bentuk penghargaan dan pelestarian budaya sendiri," ujar Kalya.
Chintana Jo juga mengaku mengagumi berbagai kain Nusantara karena setiap kain dinilai memiliki cerita yang dapat disampaikan melalui motif dan penggunaannya.
"Aku enggak punya kain favorit secara spesifik sih, tapi aku selalu mengagumi semua kain Nusantara. Karena menurut aku banyak sekali cerita yang belum sempat tercurahkan, tapi diceritakan lewat kain," kata Chintana.
Batik Masuk Kostum Home Sweet Loan
Sutradara "Home Sweet Loan The Musical" Lisa Reideka menerapkan gagasan mendekatkan wastra dengan kehidupan sehari-hari melalui kostum para karakter keluarga dalam pertunjukan.
"Untuk kostumnya sendiri kita kain batik mungkin kita masukkan di dalam busana-busana yang digunakan oleh keluarga. Itu ada corak-corak batiknya gitu," tutur Lisa.
Menurut Lisa, penggunaan batik dalam kostum tidak hanya mempertimbangkan estetika, tetapi juga menggambarkan pakaian nyaman yang digunakan masyarakat Indonesia di rumah.
"Karena orang Indonesia pasti pakai bajunya tuh yang baju yang nyaman. Dan itu juga di mana kita gunakan batik di baju di kostum di rumahan itu," kata Lisa.
Unsur Tradisional Berpadu dengan Jazz
Unsur budaya Indonesia dalam "Home Sweet Loan The Musical" tidak hanya ditampilkan melalui kostum, tetapi juga dimasukkan ke dalam koreografi dan musik.
"Dari tarian mereka itu udah memperlihatkan beberapa di mana tarian-tarian itu kita konfigurasikan dengan ada jazz dan juga ada tradisional gitu. Bahkan ada beberapa koreografi itu kita ambil dengan tema gotong royong Indonesia. Di mana gotong royong Indonesia kan ada tari dari Manggarai Timur, terus ada tari Saman dari Aceh gitu," kata Lisa.
Perpaduan unsur budaya tersebut turut dihadirkan melalui lagu "Riuh Jakarta" yang dirancang untuk menggambarkan kehidupan sehari-hari sekaligus mengangkat nilai lokal seperti sikap saling membantu dan semangat gotong royong.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




