HOME  ⁄  Hiburan

Suneeday Creative Tetap Andalkan Kreativitas Manusia di Tengah Tren Drama AI, Produksi Lebih dari 600 Episode per Bulan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Suneeday Creative Tetap Andalkan Kreativitas Manusia di Tengah Tren Drama AI, Produksi Lebih dari 600 Episode per Bulan
Foto: (Sumber :Ilustrasi produksi drama vertikal China besutan Studio produksi drama vertikal asal Indonesia, Suneeday Creative. (ANTARA/HO).)

Pantau - Studio produksi drama vertikal asal Indonesia, Suneeday Creative, memilih tetap mengandalkan kreativitas manusia dalam pengembangan cerita dan karakter meskipun penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin berkembang dalam industri drama pendek, khususnya di China.

Perusahaan tersebut memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi produksi, tetapi tetap melibatkan penulis, sutradara, dan pemeran manusia dalam proses kreatif.

Chief Commercial & Marketing Officer Suneeday Creative, Sahlil Ge, menyampaikan bahwa kualitas karakter dan kedekatan cerita dengan penonton menjadi perhatian utama perusahaan di tengah meningkatnya penggunaan teknologi dalam industri hiburan digital.

Suneeday Utamakan Kreativitas Manusia Meski Teknologi AI Berkembang

Sahlil Ge mengatakan perkembangan teknologi AI telah memungkinkan industri hiburan memproduksi drama pendek dalam jumlah besar dengan waktu yang lebih singkat.

Namun, menurutnya, kemampuan memproduksi konten dalam jumlah banyak bukan menjadi tantangan utama bagi Suneeday Creative karena perusahaan telah memiliki kapasitas produksi yang tinggi.

“China menunjukkan seberapa cepat teknologi bisa memproduksi drama dalam jumlah besar. Tapi untuk saat ini volume bukan tantangan kami, karena kami sudah memproduksi lebih dari 600 episode per bulan. Yang dicari penonton dan brand di Indonesia adalah karakter yang mereka percaya, dan itu lahir dari manusia,” kata Sahlil dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Ia menjelaskan bahwa teknologi AI dapat digunakan untuk mempercepat sejumlah tahapan produksi, sementara pengembangan cerita dan pembentukan karakter tetap membutuhkan keterlibatan tenaga kreatif.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi Suneeday dalam menghadapi perubahan industri drama vertikal yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi digital.

Suneeday Pelajari Industri Drama AI China Bersama YouTube

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Suneeday Creative menjadi salah satu studio yang mendapat undangan YouTube untuk mengikuti kegiatan The Micro Drama Frontier di Hangzhou dan Hengdian, China, pada 20–22 Oktober 2026.

Dalam kegiatan itu, para peserta mengunjungi studio produksi dan lokasi pengambilan gambar di Hengdian World Studios yang dikenal sebagai salah satu pusat industri film dan drama di China.

Peserta juga mengikuti diskusi bersama pimpinan YouTube kawasan Asia Pasifik, eksekutif produksi drama pendek, serta sejumlah kreator konten.

Pembahasan dalam kegiatan tersebut mencakup perkembangan format drama pendek, peluang bisnis internasional, dan perubahan proses produksi akibat pemanfaatan teknologi AI.

Kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku industri untuk mempelajari perkembangan teknologi dan model bisnis produksi drama pendek yang diterapkan di China.

Suneeday menjadikan perkembangan industri tersebut sebagai salah satu bahan evaluasi untuk menyusun strategi produksi, distribusi, serta pengembangan kemitraan di Indonesia.

Lebih dari 95 Persen Drama Pendek Baru di China Gunakan AI

Industri drama pendek di China mengalami perubahan seiring meningkatnya pemanfaatan kecerdasan buatan dalam proses produksi konten.

Mengutip data media pemerintah China yang diberitakan CNN, lebih dari 95 persen drama pendek baru di negara tersebut pada kuartal pertama 2026 diproduksi menggunakan teknologi AI.

Penggunaan teknologi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan pola produksi dalam industri hiburan digital China.

Hengdian sebagai salah satu pusat produksi film dan drama turut menjadi bagian dari perkembangan industri yang semakin memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan konten.

Sementara itu, perkembangan drama pendek di Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan dengan jangkauan penonton dari berbagai kelompok usia.

Pertumbuhan tersebut diikuti persaingan antarpelaku industri dalam mengembangkan cerita, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperluas distribusi melalui berbagai platform digital.

Suneeday Produksi Lebih dari 30 Episode Sehari dan Raih 1 Miliar Tayangan Bulanan

Di tengah persaingan industri drama pendek, Suneeday Creative menyatakan mampu memproduksi lebih dari 30 episode drama vertikal setiap hari dengan tetap melibatkan pemeran manusia.

Perusahaan juga menyebut kapasitas produksinya telah mencapai lebih dari 600 episode setiap bulan.

Untuk menjangkau penonton, Suneeday mendistribusikan konten melalui 26 kanal digital yang tersebar di TikTok, YouTube, Instagram, dan Snack Video.

Studio yang berdiri pada 2022 tersebut mencatat ekosistem kanalnya telah memiliki lebih dari 50 juta pengikut.

Selain itu, konten yang didistribusikan melalui berbagai kanal tersebut menghasilkan lebih dari satu miliar tayangan setiap bulan berdasarkan data perusahaan.

Capaian tersebut menjadi bagian dari perkembangan bisnis Suneeday dalam industri drama vertikal Indonesia yang terus mengalami perubahan.

Suneeday menyatakan akan terus mempelajari perkembangan industri drama pendek di China untuk mengevaluasi strategi bisnis dan memperkuat daya saing di pasar Indonesia.

Perusahaan tetap menempatkan kreativitas manusia sebagai unsur utama dalam pengembangan cerita dan karakter, sementara teknologi AI dimanfaatkan untuk mendukung efisiensi proses produksi.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026