
Pantau - Komisi III DPR RI berencana mengundang Polri, LPSK, dan KontraS untuk membahas penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Rapat dijadwalkan setelah libur Lebaran 2026.
"Kemungkinan raker terdekat sih setelah Lebaran ya. Kita akan undang Polri, kita undang pihak-pihak terkait ya, termasuk mungkin LPSK juga dan KontraS," kata Habiburokhman di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (16/3/2026).
Namun jika situasi mendesak, Komisi III DPR siap menggelar rapat sebelum Lebaran. Habiburokhman memastikan komisinya menyoroti kasus ini dengan serius.
"Kita berikan ruang dan waktu kepada Polri, penyidik-penyidik Polri untuk melaksanakan tugas mereka," ujarnya.
Habiburokhman juga menyoroti beredarnya foto pelaku yang ternyata hasil rekayasa kecerdasan buatan atau AI. Ia mengaku sempat terkecoh oleh foto tersebut sebelum mengonfirmasi ke pihak Polri.
"Saya aja sampai kemarin malam masih pikir itu gambar beneran ya, ternyata saya cek, saya telepon, 'oh itu AI pak', kata teman-teman di Polri," ungkapnya.
Polri diminta responsif meluruskan informasi keliru yang beredar di masyarakat terkait foto AI tersebut. Kekeliruan informasi dinilai berpotensi menghambat proses penyelidikan.
Polda Metro Jaya sebelumnya menegaskan komitmen mengusut tuntas kasus ini. Penyelidik disebut bekerja ekstra keras di lapangan menggunakan pendekatan scientific crime investigation.
"Fokus utama Kepolisian adalah mengungkap identitas serta menangkap pelaku di balik aksi kriminal yang mencederai demokrasi tersebut melalui pendekatan scientific crime investigation," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Jakarta, Minggu (15/3/2026).
- Penulis :
- Khalied Malvino







