
Pantau - Polda Jawa Timur (Polda Jatim) melumpuhkan dua residivis pelaku begal di wilayah Pandaan, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa pagi 26 Mei 2026 setelah keduanya mencoba melawan petugas saat proses penangkapan berlangsung.
Penindakan tersebut dilakukan oleh jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim melalui Subdirektorat III Jatanras dalam sebuah operasi penangkapan terencana.
Kronologi Penangkapan
Penangkapan terhadap kedua pelaku dilakukan setelah polisi melakukan pengembangan kasus begal yang terjadi di wilayah Pandaan, Pasuruan.
Kedua pelaku masing-masing berinisial S warga Kecamatan Kraton dan MS warga Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan berhasil diamankan oleh petugas di lokasi berbeda.
Saat proses penangkapan, keduanya disebut berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan sehingga petugas melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak bagian betis pelaku.
Kepala Subdirektorat III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur menyampaikan bahwa kedua tersangka telah berhasil diamankan dalam operasi tersebut dan dibawa ke Mapolda Jatim untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pengembangan Kasus dan Modus Kejahatan
Kedua tersangka diketahui merupakan residivis yang telah tiga kali melakukan tindak pidana serupa berupa perampasan kendaraan bermotor di jalan.
Modus yang digunakan pelaku adalah menyasar perempuan yang berkendara sendirian kemudian merampas sepeda motor korban dengan disertai kekerasan di jalanan.
Dalam aksinya, pelaku diduga menggunakan helm untuk memukul korban hingga menyebabkan luka dan trauma, sementara korban sempat melakukan perlawanan namun tetap menjadi korban kekerasan.
Aksi begal yang melibatkan kedua pelaku sebelumnya juga tercatat terjadi pada 29 Mei 2025 di wilayah Pandaan, Kabupaten Pasuruan.
Selain kasus sepeda motor, kepolisian juga menduga keterlibatan keduanya dalam pencurian kendaraan roda empat yang masih dalam pendalaman.
Polda Jatim masih melakukan pengembangan untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pelaku lain serta jaringan dan lokasi kejahatan lain di wilayah Malang dan Pasuruan.
Pihak kepolisian menyebut pola kejahatan serupa diduga terjadi di beberapa titik lain yang kini masih dalam penyelidikan aparat.
- Penulis :
- Arian Mesa





