
Pantau - Pengadilan di China menjatuhkan hukuman penjara kepada enam orang dalam kasus keracunan makanan yang menyebabkan 247 anak taman kanak-kanak (TK) di Provinsi Gansu memiliki kadar timbal sangat tinggi dalam darah.
Pengadilan Rakyat Menengah Kota Lanzhou menjatuhkan putusan tersebut pada Jumat (16/10/2026), setelah mengungkap penggunaan zat beracun dalam makanan yang disajikan kepada anak-anak dan staf sekolah.
Berdasarkan laporan kantor berita pemerintah China, Xinhua, penanggung jawab Taman Kanak-Kanak Heshi Peixin, Li Huifang, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
Kasus yang terjadi di Distrik Maiji, wilayah barat laut China, itu terungkap setelah pemeriksaan kesehatan menunjukkan 247 dari 251 anak memiliki kadar timbal darah yang sangat tinggi.
Pengelola TK Sengaja Tambahkan Zat Beracun ke Makanan
Berdasarkan putusan pengadilan, Li Huifang bersama kepala sekolah eksekutif Zhu Jinglin memerintahkan penambahan zat beracun ke dalam makanan yang disajikan kepada anak-anak dan staf.
Penambahan zat tersebut dilakukan untuk membuat makanan terlihat lebih berwarna dan menarik sebagai bagian dari strategi pemasaran.
Keduanya dinyatakan bertanggung jawab atas tindakan yang menyebabkan makanan di lingkungan sekolah terkontaminasi.
Menurut laporan investigasi tingkat provinsi yang diterbitkan pada Juli 2025, makanan ringan yang mengandung zat beracun telah disajikan setiap bulan sejak Mei 2024.
Praktik tersebut berlangsung sebelum kasus keracunan terungkap melalui pemeriksaan kesehatan terhadap anak-anak.
Enam Terdakwa Dijatuhi Hukuman Penjara
Pengadilan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Li Huifang selaku penanggung jawab taman kanak-kanak.
Selain hukuman penjara, Li kehilangan hak politiknya seumur hidup dan dikenai penyitaan harta pribadi senilai 500.000 yuan atau sekitar Rp1,3 miliar.
Sementara itu, Zhu Jinglin dijatuhi hukuman 15 tahun penjara dan denda sebesar 300.000 yuan atau sekitar Rp809 juta.
Empat pekerja dapur yang melaksanakan perintah penambahan zat beracun juga dinyatakan bersalah.
Keempat pekerja tersebut menerima hukuman penjara antara enam hingga delapan tahun serta dikenai denda.
Dengan putusan tersebut, sebanyak enam orang dijatuhi hukuman dalam kasus keracunan makanan di Taman Kanak-Kanak Heshi Peixin.
Sebanyak 247 Anak Mengalami Kadar Timbal Darah Sangat Tinggi
Hasil pemeriksaan terhadap 251 anak menunjukkan bahwa 247 di antaranya memiliki kadar timbal dalam darah yang sangat tinggi.
Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam penyelidikan kasus makanan terkontaminasi di sekolah tersebut.
Seluruh anak yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis melalui perawatan di rumah sakit atau intervensi nutrisi di rumah.
Berdasarkan laporan investigasi, sebagian besar anak telah menyelesaikan tahap pertama perawatan hingga 20 Juli 2025.
Anak-anak yang telah menyelesaikan perawatan tersebut juga diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.
Kasus ini berawal dari praktik penambahan zat beracun ke makanan sekolah yang berlangsung sejak Mei 2024 dan berujung pada vonis terhadap enam orang pada Oktober 2026.
- Penulis :
- Gerry Eka




