HOME  ⁄  Lifestyle

Hadiri FDII 2018 Agar Tahu Cara Menjadi Pendongeng yang Handal

Oleh Rifeni
SHARE   :

Hadiri FDII 2018 Agar Tahu Cara Menjadi Pendongeng yang Handal

Pantau.com - Bagi yang masih bingung cari tempat wisata bersama anak dengan berbagai ilmu pengetahuan, nampaknya Festival Dongeng Internasional Indonesia (FDII) 2018 patut jadi rekomendasi.

Berlangsung selama dua hari, 3-4 November 2018, acara ini diperuntukkan bagi semua kalangan, khususnya orangtua yang akan dibekali ilmu dan anak yang dihibur cerita dongeng. Selain itu, terdapat pula beberapa tempat mengembangkan bakat anak, seperti mewarnai dan aneka ragam permainan.

Mengambil tajuk 'Kisah Bahagia', tema diharapkan tersampaikan langsung kepada para peserta workshop yang hadir.

"Memenuhi rasa rindu akan kisah-kisah bahagia dan memperkenalkan kepada anak-anak kita. Satu kisah dibagi, senilai satu tradisi, melampaui generasi," ungkap Widiya Kustini, Direktur FDII 2018 di Museum Nasional Indonesia, Jalan Medan Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (3/11/2018).

Dongeng adalah komunikasi antar si pendongeng dan pendengar yang disampaikan melalui cerita dengan kandungan dan nilai-nilai kehidupan yang dapat diambil. 

Para pendongeng biasanya dilakoni oleh orangtua, sedangkan anak adalah pendengar. Jadi penting bagi orangtua untuk memahami cara mendongeng yang baik.

FDII adalah tempat yang tepat untuk belajar. Di dalamnya ada aneka workshop yang menghadirkan metode teknis, menta, dan cara mengembangkan kemampuan mendongeng yang baik.

Baca juga: Hati-hati, Gadget Bisa Bikin Anak jadi Depresi

Hadir pula pendongeng asal Italia Giovanna Conforto dan Richard Dian Vilar asal Filipina yang mengisi workshop. Merak dijadwalkan akan mendongeng di hari kedua acara yang terbuka untuk umum, termasuk anak-anak.

Tapi untuk mengikuti workshop, peserta harus lebih dulu membayar dan membeli tiket melalui website www.wewocraft.com, dengan harga berkisar Rp50 ribu hingga Rp150 ribu.

Baca juga: Waspadai Gejala Diabetes Pada Anak!

Rata-rata setiap workshop, disediakan sebanyak 20 hingga 30 peserta. Tidak begitu banyak memang, agar para peserta mampu menerima ilmu dan pengetahuan lebih baik. 

Dalam workshop, kebanyakan peserta menyampaikan minatnya untuk lebih tahu cara berdongeng, kendala saat melakukan dongeng kepada anak, ataupun rasa ingin tahu menjadi seorang pendongeng yang baik.

Penulis :
Rifeni

Terpopuler

Berita Terkait