
Pantau - Psikolog klinis dari Personal Growth, Phoebe Ramadina M.Psi., Psikolog, menyarankan agar resolusi tahun baru dipandang sebagai bentuk menyayangi diri sendiri, bukan hukuman atas kekurangan diri.
Ia menekankan pentingnya membuat resolusi dengan langkah yang realistis agar bisa dijalankan dengan ringan dan penuh semangat.
"Mulailah dari langkah kecil yang realistis, fokus pada proses, dan beri apresiasi pada setiap kemajuan sekecil apa pun", ungkapnya.
Phoebe menjelaskan bahwa banyak orang membuat resolusi yang terlalu umum, terlalu tinggi, atau terlalu banyak dalam satu waktu, sehingga terasa berat dijalankan sejak awal.
Fokus pada Diri Sendiri dan Proses Bertumbuh
Ia menyarankan agar tidak membandingkan pencapaian diri dengan orang lain karena setiap orang memiliki ritme dan tantangan hidup yang berbeda.
"Resolusi yang sehat sebaiknya spesifik, jelas, bisa diukur, dan dapat dilakukan secara bertahap. Resolusi juga perlu relevan dengan kebutuhan emosional dan situasi hidup kita sekarang, bukan sekadar mengikuti standar orang lain", jelasnya.
Dengan resolusi yang jelas dan terukur, otak lebih mudah membentuk kebiasaan baru, target terasa mungkin dicapai, dan tidak menimbulkan rasa takut atau tekanan.
Menurutnya, resolusi yang selaras dengan kebutuhan pribadi dan dilakukan secara bertahap lebih memungkinkan untuk dijalani dengan konsisten dan menyenangkan, bukan penuh tekanan.
Refleksi, Bukan Menghakimi Diri
Jika ada resolusi tahun sebelumnya yang tidak tercapai, hal itu bukan berarti kegagalan.
Sebaliknya, bisa menjadi sinyal bahwa ada faktor yang perlu dievaluasi, seperti target yang terlalu tinggi, perubahan kondisi hidup, atau kelelahan fisik dan emosional yang tak diperhitungkan.
"Apa yang terpenting adalah melakukan refleksi, bukan menghakimi diri. Kita perlu bertanya dengan jujur pada diri sendiri tentang hambatan apa yang muncul, lalu menyesuaikan kembali target agar lebih sesuai dengan kapasitas kita. Sikap ini membantu kita belajar dari pengalaman, dan tidak tenggelam dalam rasa bersalah", ia menambahkan.
Phoebe juga menegaskan bahwa resolusi tahunan tidak harus selalu tercapai.
Tidak tercapainya resolusi bukan berarti seseorang gagal atau kurang berharga.
Hal tersebut bisa terjadi karena seseorang bertumbuh, prioritas hidup berubah, atau menjadi lebih sadar akan batas diri.
"Resolusi sebaiknya dipandang sebagai alat refleksi dan arah pertumbuhan, bukan sebagai kontrak mutlak yang harus dipenuhi tanpa mempertimbangkan dinamika kehidupan", pungkasnya.
- Penulis :
- Gerry Eka







