
Pantau - Waiting mode merupakan kondisi psikologis ketika seseorang merasa hidupnya seolah tertahan karena sedang menunggu suatu kepastian, seperti hasil ujian, balasan pesan, atau jadwal pemeriksaan kesehatan, sehingga perhatian dan kemampuan fokus tersita meski belum ada tindakan yang perlu dilakukan.
Apa Itu Waiting Mode?
Dikutip dari Psychology Today, waiting mode menggambarkan keadaan ketika seseorang sulit berkonsentrasi atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari karena pikirannya terus terpaku pada hal yang sedang ditunggu.
Fenomena ini belum tercantum sebagai diagnosis resmi dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM).
Kondisi tersebut pertama kali banyak dikenal di komunitas penyandang attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) karena dianggap sebagai cara otak menghindari risiko lupa terhadap janji atau tugas yang akan datang.
Namun, waiting mode juga dapat dialami oleh orang yang mengalami kecemasan, memiliki kecenderungan perfeksionis, atau sangat berhati-hati dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Dipicu Ketidakpastian dan Pengalaman Masa Lalu
Salah satu faktor yang diduga berperan adalah intolerance of uncertainty, yaitu kesulitan seseorang dalam mentoleransi situasi yang belum memiliki kepastian.
Kondisi tersebut telah banyak diteliti sebagai faktor yang berkaitan dengan berbagai gangguan kecemasan dan depresi karena individu dengan tingkat intolerance of uncertainty yang tinggi cenderung lebih mudah terjebak dalam kekhawatiran.
Pada sebagian orang, waiting mode juga dapat berkaitan dengan pengalaman traumatis di masa lalu, terutama jika pernah hidup di lingkungan yang tidak stabil atau penuh ketidakpastian sehingga memunculkan kewaspadaan berlebih.
Waiting mode dapat berkurang ketika seseorang mulai menerima bahwa tidak semua hal dapat dipastikan atau dikendalikan sehingga tetap mampu menjalani aktivitas sehari-hari tanpa harus menunggu seluruh persoalan terselesaikan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





