Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Kunyit dan Kurkumin: Rempah Anti-Inflamasi yang Kaya Manfaat, tapi Perlu Konsumsi Bijak

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kunyit dan Kurkumin: Rempah Anti-Inflamasi yang Kaya Manfaat, tapi Perlu Konsumsi Bijak
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Minuman yang dibuat dari madu dan kunyit. (Istockphoto).)

Pantau - Ahli diet terdaftar Meghan Pendleton, M.S., RD menyatakan bahwa kunyit mengandung senyawa aktif bernama kurkuminoid, dengan kurkumin sebagai komponen utamanya yang terbukti memiliki berbagai manfaat kesehatan, terutama sebagai anti-inflamasi dan antioksidan.

"Senyawa aktifnya, kurkumin, adalah kekuatan pendorong di balik efek anti-inflamasinya," ungkap Pendleton.

Manfaat Kurkumin untuk Peradangan, Jantung, dan Pencernaan

Kurkumin bekerja dengan menekan jalur inflamasi dalam tubuh, membantu mengurangi peradangan secara sistemik dan meredakan nyeri sendi yang berkaitan dengan kondisi seperti arthritis.

"Kurkumin bekerja dengan menghambat jalur inflamasi yang sering terjadi dalam kondisi seperti arthritis, sehingga dapat meredakan kekakuan dan nyeri sendi," jelasnya.

Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi kunyit dapat memberikan efek setara dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dalam meredakan gejala osteoartritis, namun tanpa efek samping umum seperti gangguan pencernaan, kantuk, atau pusing.

Di bidang kardiovaskular, kurkumin membantu mengurangi peradangan sistemik, stres oksidatif, dan oksidasi kolesterol LDL—tiga faktor utama penyebab penyakit jantung.

"Kurkumin membantu mengurangi peradangan sistemik, stres oksidatif, dan oksidasi kolesterol LDL, yang semuanya berkontribusi pada penyakit jantung," ungkapnya.

Selain itu, kurkumin juga berperan dalam meningkatkan fungsi endotel, yakni lapisan pembuluh darah yang mendukung kelancaran sirkulasi darah.

Beberapa studi menunjukkan konsumsi suplemen kunyit selama lebih dari 12 minggu dapat menurunkan tekanan darah sistolik, meski belum berdampak signifikan terhadap tekanan darah diastolik.

Kunyit juga memberikan manfaat bagi sistem pencernaan karena sifat anti-inflamasi dan antioksidannya yang mampu mengurangi peradangan usus, termasuk pada kondisi seperti sindrom iritasi usus besar (IBS) dan penyakit radang usus (IBD).

"Karena sifat anti-inflamasi dan antioksidannya, kurkumin dapat membantu mengurangi peradangan di usus, berpotensi bermanfaat untuk kondisi seperti sindrom iritasi usus besar dan penyakit radang usus," paparnya.

Kurkumin juga mendukung keseimbangan mikrobioma usus dengan meningkatkan jumlah bakteri baik, menekan pertumbuhan bakteri jahat, dan mendukung produksi empedu untuk membantu pencernaan lemak.

Manfaat lain yang sedang diteliti adalah potensi kurkumin dalam melindungi otak dari peradangan dan stres oksidatif, dua faktor yang berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif dan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.

Namun, penelitian jangka panjang pada manusia masih diperlukan untuk memastikan dampak kunyit terhadap kesehatan otak secara klinis.

Efek Samping, Interaksi Obat, dan Anjuran Konsumsi Aman

Meskipun kurkumin umumnya aman dikonsumsi hingga dosis 8 gram per hari, ahli gizi menyarankan konsumsi dalam bentuk rempah utuh bersama makanan berlemak sehat agar penyerapan kurkumin lebih optimal.

"Kunyit jauh lebih aman dan lebih enak dimakan sebagai rempah utuh dibandingkan dalam bentuk suplemen yang sangat terkonsentrasi," ujar Pendleton.

Konsumsi suplemen kunyit yang berlebihan dapat menimbulkan efek samping ringan seperti mual, diare, dan perut kembung.

"Beberapa individu mungkin mengalami efek samping gastrointestinal umum, termasuk mual, diare, dan kembung," jelasnya.

Selain itu, konsumsi rutin dapat mengganggu penyerapan zat besi, sehingga perlu diperhatikan terutama oleh individu dengan anemia.

Mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti masalah kantung empedu, gangguan pembekuan darah, batu ginjal, atau kondisi sensitif terhadap hormon, disarankan untuk berhati-hati dalam mengonsumsi suplemen kunyit.

Ibu hamil dan menyusui juga sebaiknya menghindari suplemen kunyit dosis tinggi karena belum ada cukup bukti mengenai keamanannya.

Orang yang mengonsumsi obat pengencer darah, antidiabetes, antasida, imunosupresan, atau terapi hormon perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi kunyit dalam bentuk suplemen karena potensi interaksi obat.

Seperti suplemen lainnya, konsumsi rutin kunyit harus dikonsultasikan terlebih dahulu untuk mengevaluasi riwayat medis, potensi efek samping, dan interaksi obat yang mungkin terjadi.

Penulis :
Aditya Yohan