Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Fadli Zon Dorong Repatriasi Warisan Budaya dan Perkuat Kerja Sama Budaya dengan Belanda di Ajang IFFR

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Fadli Zon Dorong Repatriasi Warisan Budaya dan Perkuat Kerja Sama Budaya dengan Belanda di Ajang IFFR
Foto: (Sumber: Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam pertemuan International Film Festival Rotterdam (IFFR) di Belanda (29/1/2026). ANTARA/HO-Kemenbud))

Pantau - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor kebudayaan, film, arsip, serta pengelolaan warisan budaya dalam pertemuannya dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Kerajaan Belanda, Gouke Moes, di ajang International Film Festival Rotterdam (IFFR), Belanda.

Dalam pertemuan tersebut, Fadli menekankan pentingnya kerja sama strategis di bidang arsip sejarah dan budaya, terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan arsip Belanda yang menyangkut sejarah dan kebudayaan Indonesia.

Pemerintah Belanda menyambut baik gagasan ini, karena dinilai selaras dengan pendekatan etis, inklusif, dan saling menghormati, serta membuka peluang keterlibatan institusi seperti Eye Film Museum dan KITLV.

Fokus Sinema, Repatriasi, dan Pengembangan Talenta

Fadli Zon mengapresiasi ruang yang diberikan IFFR terhadap perfilman Indonesia, dan mengusulkan adanya program khusus “Indonesia Focus” atau “Indonesia Spotlight” dalam edisi IFFR mendatang sebagai bentuk pertukaran budaya melalui sinema.

Ia juga menindaklanjuti Perjanjian Kerja Sama Ko-produksi Audiovisual Indonesia–Belanda yang ditandatangani pada 4 Desember 2024, dengan menyampaikan bahwa proses ratifikasinya sedang berlangsung melalui koordinasi lintas kementerian.

Dalam bidang pengembangan talenta, kerja sama kedua negara diperkuat melalui inisiatif SAMASAMA Lab, kolaborasi antara Netherlands Film Fund (NFF), Manajemen Talenta Nasional Kementerian Kebudayaan RI, dan Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI).

"Program ini dirancang untuk membangun ekosistem kreatif lintas negara yang berkelanjutan melalui pengembangan proyek, pertukaran pengetahuan, dan jejaring profesional," jelas Fadli.

Usulan Repatriasi Koleksi Raden Saleh dan Dukungan UNESCO

Fadli Zon juga mengusulkan percepatan repatriasi terhadap 37 objek Warisan Budaya Bersifat Kebendaan (WBBK) yang telah mendapat rekomendasi dari Colonial Collection Committee (CCC).

Secara khusus, ia meminta agar koleksi karya dan peninggalan Raden Saleh yang saat ini berada di Museum Naturalis, Belanda, segera dikembalikan ke Indonesia.

"Kami mengusulkan repatriasi koleksi karya dan peninggalan Raden Saleh yang saat ini berada di Museum Naturalis, Belanda, sebagai bagian dari upaya pemulihan sejarah seni dan identitas budaya Indonesia. Siaran Berita Kementerian Kebudayaan Nomor: 53/Sipers/A4/HM.00.05/2026," ujarnya.

Selain itu, Fadli meminta dukungan pemerintah Belanda atas pencalonan Indonesia sebagai Anggota Komite Antar-Pemerintah UNESCO pada bulan Juni mendatang.

Pertemuan ini menegaskan komitmen Indonesia dan Belanda dalam membangun hubungan budaya yang setara, kolaboratif, dan berorientasi ke masa depan, dengan menjadikan kebudayaan sebagai jembatan dialog, keadilan sejarah, dan kerja sama internasional yang berkelanjutan.

Penulis :
Aditya Yohan