Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Edukasi Kesehatan Seksual Perlu Pendekatan Positif dan Interaktif, Bukan Lagi Isu Sensitif

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Edukasi Kesehatan Seksual Perlu Pendekatan Positif dan Interaktif, Bukan Lagi Isu Sensitif
Foto: (Sumber: Figur publik Revina VT bersama Senior Chief Marketer Okamoto Industries (HK) Ltd., Holly Kwan dan pemerhati edukasi seksual dr. Haekal Anshar dalam acara Okamoto Experience Day bertajuk Playspace di Jakarta pada Sabtu (7/2/2026). ANTARA/HO-Okamoto.)

Pantau - Edukasi kesehatan seksual masih kerap dianggap isu sensitif di tengah masyarakat, padahal memiliki peran penting dalam membentuk hubungan yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.

Minimnya ruang diskusi terbuka menyebabkan pemahaman tentang proteksi diri, komunikasi dalam hubungan, serta pencegahan risiko kesehatan reproduksi belum diterima sepenuhnya sebagai bagian dari gaya hidup sehat generasi modern.

Pemerhati edukasi seksual, dr. Haekal Anshar, menilai perlunya pendekatan yang lebih positif, terbuka, dan tidak menghakimi agar pesan-pesan tentang kesehatan seksual dapat diterima lebih baik, khususnya oleh generasi muda.

"Generasi modern sebenarnya memiliki akses informasi yang luas, tetapi masih banyak yang merasa canggung membahas isu kesehatan seksual. Edukasi yang disampaikan secara terbuka, relevan, dan tidak menghakimi akan membantu masyarakat memahami bahwa proteksi diri adalah bagian dari menjaga kesehatan fisik dan mental, bukan sekadar persoalan kontrasepsi," ungkap dr. Haekal.

Proteksi Diri sebagai Tanggung Jawab Bersama

Salah satu pesan penting dalam edukasi ini adalah bahwa penggunaan alat proteksi bukan hanya soal kontrasepsi, melainkan bentuk tanggung jawab bersama antara pasangan.

Alat proteksi berfungsi mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, infeksi menular seksual (IMS), serta menjaga kesehatan reproduksi jangka panjang.

Pendekatan baru seperti experiential education (edukasi berbasis pengalaman) mulai diperkenalkan untuk menjembatani kesenjangan pemahaman.

Metode ini menggabungkan komunikasi terbuka, partisipasi langsung, dan penyampaian interaktif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Senior Chief Marketer Okamoto Industries (HK) Ltd., Holly Kwan, menekankan pentingnya penyampaian yang humanis dan kontekstual.

"Kesehatan seksual adalah bagian dari kualitas hidup. Ketika masyarakat memandang proteksi sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab, maka hubungan yang dibangun akan lebih sehat, aman, dan saling menghargai," ujarnya.

Generasi Muda Perlu Ruang Diskusi Terbuka

Upaya edukasi diperkuat lewat ruang-ruang interaktif yang menekankan pentingnya komunikasi dalam hubungan, kenyamanan psikologis, dan kesadaran akan kesehatan reproduksi.

Konsep edukatif ini dinilai lebih efektif karena tidak menggurui, tetapi melibatkan pengalaman nyata.

Figur publik Revina VT menyampaikan bahwa pendekatan edukasi yang ringan dan menyenangkan lebih mudah diterima oleh generasi muda.

"Topik yang biasanya dianggap sensitif justru bisa dipahami dengan lebih santai ketika disampaikan dengan cara yang menyenangkan. Ini membuat orang lebih terbuka untuk belajar dan berdiskusi," katanya.

Dengan semakin terbukanya ruang diskusi publik mengenai kesehatan seksual, diharapkan isu ini dapat menjadi bagian alami dari gaya hidup sehat yang membentuk generasi sadar kesehatan, bertanggung jawab, dan menghargai kualitas hubungan. 

Penulis :
Gerry Eka