HOME  ⁄  Lifestyle

Stroberi Kaya Antioksidan, Ini Beragam Manfaatnya untuk Jantung, Imunitas, dan Kesehatan Tubuh

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Stroberi Kaya Antioksidan, Ini Beragam Manfaatnya untuk Jantung, Imunitas, dan Kesehatan Tubuh
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Stroberi. ANTARA/Pexels/Suzy Hazelwood.)

Pantau - Stroberi menjadi salah satu buah yang kaya nutrisi dengan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, hingga menurunkan risiko sejumlah penyakit berkat kandungan antioksidan, vitamin C, serat, dan folat.

Kandungan Nutrisi Dukung Kesehatan Tubuh

Laporan Health yang disiarkan pada Jumat (10/7) waktu setempat menyebutkan stroberi mengandung vitamin C, serat, folat atau vitamin B9, serta antioksidan seperti antosianin yang bermanfaat bagi tubuh.

Kandungan antioksidan tersebut membantu melawan stres oksidatif akibat radikal bebas yang dapat memicu berbagai penyakit kronis apabila tidak dikendalikan.

Satu cangkir stroberi juga mampu memenuhi sekitar 100 persen kebutuhan harian vitamin C yang berperan mendukung sistem kekebalan tubuh melalui pembentukan sel T dan sel B untuk melawan infeksi virus, bakteri, hingga sel kanker.

Selain itu, kandungan antosianin dalam stroberi dikaitkan dengan penurunan risiko serangan jantung sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Antioksidan alami pada stroberi juga berpotensi membantu mengurangi peradangan serta menghambat perkembangan sel kanker.

Rendah Gula dan Kaya Folat

Stroberi turut menjadi sumber folat alami yang penting untuk sintesis DNA, pemecahan asam amino, serta mendukung perkembangan janin pada awal kehamilan guna membantu mencegah risiko cacat lahir.

Satu cangkir stroberi mampu menyumbang sekitar 10 persen kebutuhan folat harian tubuh.

Buah ini juga tergolong rendah gula karena hanya mengandung sekitar 7 gram gula alami per cangkir, lebih rendah dibandingkan anggur yang dapat mengandung sekitar 23 gram gula alami per cangkir.

Pengurangan konsumsi gula harian diketahui dapat membantu menurunkan risiko resistensi insulin, penyakit hati berlemak non-alkoholik (non-alcoholic fatty liver disease), serta diabetes tipe 2.

Penulis :
Ahmad Yusuf