
Pantau - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan penemuan hingga 37 ribu kasus kusta di Indonesia agar seluruh penderita dapat segera diobati sehingga mempercepat eliminasi penyakit tersebut secara nasional.
Pemerintah Percepat Penemuan Kasus Kusta
Menkes mengatakan saat ini baru sekitar 14 ribu kasus kusta yang ditemukan, sementara estimasi jumlah kasus mencapai 37 ribu.
"Kita ingin penemuannya, kan sekarang 14 ribu, kita ingin segera dinaikkan ke 37 ribuan karena estimasinya itu 37 ribu. Kalau yang ketemu cuma 14 ribu, sisanya kan nggak ketemu itu masih menularkan," ungkapnya.
Menkes menjelaskan Kementerian Kesehatan akan memberikan penghargaan kepada puskesmas yang paling banyak menemukan kasus kusta pada Hari Kesehatan Nasional November mendatang.
Pemerintah juga bersama sejumlah kepala daerah menandatangani Komitmen Percepatan Eliminasi Kusta untuk mempercepat penanganan sekaligus menghapus stigma terhadap penderita.
Pengobatan Kusta Dinilai Lebih Mudah
Menkes menjelaskan kusta dan tuberkulosis sama-sama disebabkan oleh bakteri dari genus Mycobacterium serta dapat disembuhkan dengan antibiotik.
"Sama juga minum pil antibiotik. Ada yang 6 bulan, ada yang 12 bulan, sama seperti TBC. Kalau minum pasti sembuh, pasti sembuh. Nah kusta ini lebih mudahnya dari TBC apa? Menularnya lebih susah Bapak Ibu. Dan sekali minum obat, dia sudah tidak menular lagi," ujarnya.
Ia menambahkan kontak erat penderita dapat dicegah tertular dengan mengonsumsi Rifampisin, sedangkan gejala awal kusta dapat dikenali melalui bercak putih yang kehilangan rasa saat disentuh.
"Ada putih-putih sedikit ditusuk-tusuk gak kerasa, nah itu lah kusta," katanya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah menjadikan eliminasi kusta sebagai prioritas karena kesehatan dan pendidikan merupakan fondasi pembangunan daerah.
Menurut Tito, keberhasilan mengatasi kusta membutuhkan kemauan politik dan keseriusan pemerintah daerah, sejalan dengan perhatian Presiden Prabowo Subianto melalui berbagai program kesehatan dan pendidikan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





