
Pantau - Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Jakarta menyatakan siap bekerja sama dengan pemerintah untuk mendukung program kesehatan paru dan pernapasan, khususnya di wilayah Jakarta Selatan, melalui edukasi, penyuluhan, dan pemeriksaan kesehatan.
PDPI Siapkan Dukungan untuk Program Kesehatan Paru
Penasehat PDPI Cabang Jakarta Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan dokter spesialis paru di setiap kecamatan di Jakarta Selatan siap berkoordinasi dengan puskesmas setempat.
Ia mengungkapkan, "Para anggotanya, yaitu dokter spesialis paru (sebagai warga kota) di masing-masing kecamatan (di Jakarta Selatan) siap berkoordinasi dengan Puskesmas setempat."
Menurutnya, dukungan yang dapat diberikan meliputi penyuluhan, edukasi, serta pemeriksaan kesehatan paru.
Program tersebut mencakup pengendalian tuberkulosis (TB), pemeriksaan kadar karbon monoksida (CO) pada karyawan, dan penerapan kuesioner Predictive Model for COPD in Primary Care (PUMA) untuk mendeteksi risiko Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
Penanganan Stigma TB Perlu Kolaborasi
Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Ali Murthadho mengatakan penanganan stigma terhadap tuberkulosis memerlukan kerja sama berbagai pihak.
Menurutnya, edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memahami penularan, gejala, waktu pemeriksaan, pentingnya pengobatan hingga tuntas, serta menghilangkan stigma terhadap penderita TB.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta hingga 8 Desember 2025, temuan kasus tuberkulosis di Jakarta mencapai 54.305 kasus atau 77 persen dari target, yang terdiri atas 53.343 kasus TB Sensitif Obat dan 962 kasus TB Resisten Obat.
Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang mencapai 66.072 kasus.
Dari total kasus yang ditemukan sepanjang 2025, sebanyak 49.017 pasien atau 90 persen telah menjalani pengobatan, yang terdiri atas 48.523 pasien TB Sensitif Obat dan sisanya pasien TB Resisten Obat.
- Penulis :
- Aditya Yohan





