
Pantau - Artikel berjudul Praktisi pengobatan tradisional China beri tips bugar jalani Ramadan dimuat pada Jumat, 20 Februari 2026, membahas pendekatan traditional Chinese medicine (TCM) untuk mendukung kelancaran ibadah puasa.
Xinhua mewawancarai pakar pengobatan Timur Arief Aditama atau Suhu Tomy, pemilik Rumah Sehat Toms Hepi di Sleman, DIY, terkait manfaat puasa bagi energi tubuh atau qi menurut TCM.
"Puasa dengan pendekatan pengobatan Timur sangatlah berhubungan. Puasa memberi kesempatan kepada organ pencernaan untuk istirahat, jadiqi atau energi tubuh bisa digunakan untuk perbaikan. Dalam bahasa TCM, puasa bisa mengurangi lembap dan beban pencernaan, membuat mental dan sistem emosi lebih stabil," ungkap Arief.
Prinsip makan sahur idealnya bersifat hangat dan mudah dicerna agar qi atau "api" pencernaan tetap hangat karena tubuh cenderung dingin saat tidur, jelas Arief.
Komposisi sahur sebaiknya seimbang antara karbohidrat, protein, serat, lemak, serta cukup cairan untuk menjaga elektrolit alami tubuh.
"Selain karbohidrat seperti nasi, ketela, singkong, atau roti gandum, juga dibutuhkan protein seperti telur, daging, serta serat dari sayur yang dimasak matang dengan menyertakan rempah agar energi masuk," katanya.
Ia mengingatkan konsumsi buah secukupnya karena sebagian besar bersifat lembap dan dingin.
"Masyarakat kita suka sekali minum kopi. Kopi boleh tetapi secukupnya saja karena terlalu banyak kopi saat sahur berpotensi membuat kita cepat haus," tambahnya.
Teh pun jangan terlalu banyak gula karena lonjakan gula mendadak bisa membuat cepat lapar saat puasa.
Saat berbuka, penting untuk tidak mengagetkan tubuh dalam proses pengembalian energi.
"Tujuan utama berbuka puasa adalah untuk mengembalikan cairan dan energi, namun proses pengembalian energi tidak boleh mengagetkan sehingga qi-nya tidak melonjak," jelas Tomy.
Langkah pertama saat berbuka adalah minum air putih hangat, kemudian konsumsi makanan ringan seperti tiga buah kurma sebelum makanan utama berkuah hangat.
Ia menyarankan menambahkan kayu manis pada kolak untuk memberi unsur hangat dan berhati-hati dalam konsumsi es yang bersifat dingin ekstrem.
Untuk menjaga energi di musim hujan dan banjir, patogen angin, air, dan lembap harus diwaspadai karena dapat menyerang sistem imun.
Terapi ringan seperti pijatan pada bahu, leher, pinggul, dan betis dianjurkan untuk membantu sirkulasi darah.
"Bila perut kembung, bisa digosok searah jarum jam dengan telapak tangan kanan minimal lima menit sampai terasa hangat, berguna untuk membangkitkan energi pencernaan," tambahnya.
Kerokan atau guasha dengan minyak hangat juga dapat dilakukan jika tubuh terindikasi masuk angin.
Olah napas dianjurkan untuk menenangkan pikiran, emosi, dan arus energi meridian tubuh.
Aktivitas normal dianjurkan dan hindari terlalu banyak tidur siang agar tubuh tetap membakar lemak dan energi stabil.
Tomy menekankan pentingnya melihat puasa secara holistik selama 24 jam, termasuk fisik, pikiran, dan emosi agar tetap terkondisi dengan baik.
Ia menyarankan menghindari begadang tanpa kebutuhan penting, konsumsi kopi berlebihan, makan malam larut dan terlalu banyak, serta olahraga berat.
"Jangan sampai ada istilah 'balas dendam' setelah berbuka puasa yang justru merugikan siklus puasa secara keseluruhan," tutup Tomy.
- Penulis :
- Aditya Yohan







