Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Dokter Anak Bagikan Cara Mengatasi Anak Picky Eater dengan Sensory Play dan Pendekatan Bertahap

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dokter Anak Bagikan Cara Mengatasi Anak Picky Eater dengan Sensory Play dan Pendekatan Bertahap
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Anak picky eater. ANTARA/HO-Shutterstock..)

Pantau - Dokter spesialis anak dr. Ian Suryadi Suteja M.Med Sc Sp.A membagikan sejumlah cara yang dapat dilakukan orang tua untuk mengatasi anak yang memiliki kebiasaan terlalu pemilih makanan atau picky eater.

Dalam diskusi kesehatan di Jakarta, dokter Ian menyarankan orang tua mengatasi kebiasaan picky eater dengan melakukan sensory play atau permainan yang melatih sensorik anak menggunakan berbagai tekstur makanan.

Selain itu orang tua juga dapat menerapkan metode sensory food hierarchy secara bertahap agar anak terbiasa berinteraksi dengan makanan yang sebelumnya tidak disukai.

Dokter Ian menjelaskan, "Kita atasi dulu picky eaternya, boleh lakukan misalnya sensory play dengan berbagai macam tekstur makanan cari segala macam ide-ide sensory play setiap harinya ada. Kemudian, Anda boleh belajar tentang sensory food hierarchy."

Metode Sensory Food Hierarchy Dilakukan Bertahap

Metode sensory food hierarchy membantu anak mengenal makanan melalui beberapa tahapan interaksi yang dilakukan secara bertahap.

Dokter lulusan Universitas Gadjah Mada tersebut menjelaskan bahwa orang tua dapat memulai metode ini dengan meletakkan makanan yang tidak disukai anak di dalam piring setiap hari.

Tujuannya agar anak terbiasa melihat makanan tersebut tanpa harus dipaksa untuk memakannya.

Dalam proses sensory food hierarchy, anak biasanya akan melalui beberapa tahapan interaksi dengan makanan.

Tahapan tersebut dimulai dari melihat makanan, kemudian merasa penasaran, menyentuh makanan, mencium aroma makanan, hingga akhirnya mencoba memakannya.

Dokter Ian mengatakan, "Kalau dia picky eater anaknya enggak mau makan daging sama sekali, tiap hari Anda harus kasih daging di dalam piring, suruh anak lihat terus, perkara dia enggak mau makan nggak apa-apa yang penting tiap hari dibiasain ada di situ. Lama-lama anak terbiasa melihat, pasti penasaran."

Pastikan Terlebih Dahulu Apakah Anak Alergi Susu Sapi

Dokter Ian juga menyarankan agar orang tua memastikan terlebih dahulu apakah anak benar-benar mengalami alergi susu sapi.

Hal ini karena pada beberapa kasus anak yang dianggap mengalami alergi susu sapi ternyata tidak memiliki alergi tersebut setelah dilakukan pemeriksaan.

Ia menyampaikan, "Kalau semua susu tinggi kalori pasti yang namanya susu pasti mengandung susu sapi. Tapi ingat dulu nomor satu, benar-benar pastikan itu alergi susu sapi atau enggak."

Cara mengetahui apakah anak alergi susu sapi atau tidak dapat dilakukan dengan mencoba memberikannya susu sapi dan memperhatikan reaksi yang muncul.

Jika setelah mengonsumsi susu sapi muncul gejala seperti ruam, muntah, batuk, atau pilek maka konsumsi susu sapi sebaiknya dihentikan sementara.

Dokter Ian menjelaskan, "Kasih susu sapi kalau dia misalnya punya gejala terus stop susu sapinya selama 2-4 minggu gejalanya hilang secara konstan hilang. Terus Anda harus coba pakai susu sapi lagi, direchallenge lagi ternyata muncul gejala dalam 1-3 hari, maka memang betul anak itu alergi susu sapi."

Dengan memahami penyebab dan melakukan pendekatan yang tepat, orang tua diharapkan dapat membantu anak mengatasi kebiasaan pilih-pilih makanan secara bertahap.

Penulis :
Aditya Yohan