
Pantau - Karakter hangat dan penuh empati seperti yang dimiliki Vidi Aldiano dapat dibentuk sejak dini melalui pola asuh yang memberi rasa aman secara emosional kepada anak.
Psikolog Klinis Anak dan Remaja dari Universitas Indonesia Vera Itabiliana Hadiwidjojo menjelaskan konsep penting dalam pengasuhan yang disebut “tangki kasih sayang”.
Menurut Vera anak yang “tangki kasih sayangnya” terpenuhi cenderung lebih percaya diri, berpikir positif terhadap orang lain, serta lebih mampu menunjukkan empati dan kepedulian dalam kehidupan sosial.
Tangki kasih sayang anak dapat diisi melalui perhatian orang tua, waktu bersama, sentuhan hangat, serta kata-kata yang penuh penerimaan.
Perlakuan tersebut membuat anak merasa aman secara emosional dalam lingkungan keluarga.
Pentingnya Rasa Diterima Sejak Dini
Vera menjelaskan bahwa anak yang merasa diterima, dihargai, dan dicintai apa adanya akan lebih mudah mengembangkan empati kepada orang lain.
Ia mengatakan anak yang terbiasa diperlakukan secara empatik juga akan menerapkan sikap yang sama dalam hubungan sosialnya.
Menurutnya orang tua tidak hanya perlu memenuhi kebutuhan material anak tetapi juga perlu mendengarkan dan memahami perasaan anak.
Luangkan Waktu Berkualitas Setiap Hari
Vera menilai tantangan terbesar bagi orang tua saat ini adalah menjaga tangki kasih sayang anak tetap penuh di tengah kesibukan dan rutinitas harian.
Ia menyarankan orang tua menyediakan waktu berkualitas sekitar 10–15 menit setiap hari secara konsisten untuk berinteraksi dengan anak.
Waktu tersebut sebaiknya digunakan untuk memberi perhatian penuh tanpa gangguan gawai, mendengarkan cerita anak, memberikan pelukan atau sentuhan hangat, serta menyampaikan apresiasi dan kata-kata positif.
Dengan pendekatan tersebut anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang hangat, peduli, dan penuh empati terhadap orang lain.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







