
PANTAU - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau orang tua menerapkan zero screen time atau tanpa paparan layar bagi anak berusia di bawah dua tahun sebagai upaya mencegah gangguan tumbuh kembang, termasuk keterlambatan bicara dan masalah interaksi sosial akibat penggunaan gawai sejak usia dini.
IDAI Soroti Risiko Paparan Gawai pada Anak Usia Dini
Ketua Umum PP IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A., Subsp.Kardio(K), menyatakan bahwa anak di bawah usia dua tahun sebaiknya tidak terpapar layar perangkat elektronik.
Ia menegaskan, “Kami mengimbau agar anak di bawah 2 tahun harusnya zero screen time.”
Menurut Piprim, penggunaan gawai yang berlebihan tidak hanya mengurangi aktivitas fisik anak, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial.
Ia menilai tren penggunaan gawai pada anak usia dini menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap munculnya berbagai masalah perkembangan.
Piprim mengungkapkan, “Selain penyakit metabolik, ada juga gangguan perkembangan seperti keterlambatan bicara atau speech delay hingga virtual autism.”
Orang Tua Diminta Batasi Penggunaan Gawai dan Dorong Aktivitas Fisik
IDAI menilai sebagian orang tua masih mengandalkan gawai untuk menenangkan anak ketika sedang beraktivitas sehingga kebiasaan tersebut membuat penggunaan perangkat elektronik semakin sulit dikendalikan.
Piprim mengatakan, “Orang tua seringkali senang anaknya anteng melihat gadget agar mereka bisa asyik sendiri dengan media sosial, padahal itu bisa menyebabkan gangguan perkembangan serius.”
Selain gangguan perkembangan, IDAI juga menyoroti meningkatnya kasus penyakit akibat gaya hidup atau new lifestyle diseases pada anak, seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes melitus tipe 2.
Menurut Piprim, kondisi tersebut berkaitan dengan pola makan yang tidak sehat serta kurangnya aktivitas fisik akibat meningkatnya waktu yang dihabiskan anak di depan layar.
IDAI mengimbau orang tua membatasi penggunaan gawai sesuai usia anak serta mendorong anak lebih aktif bergerak dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal.
- Penulis :
- Gerry Eka





