
Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengenang jasa tokoh pergerakan nasional K.H. Samanhudi sebagai pelopor yang berperan penting dalam membangun kesadaran persatuan dan kemandirian ekonomi di masa penjajahan.
Pelopor Gerakan Berbasis Ekonomi
Fadli menyebut K.H. Samanhudi sebagai tokoh yang mampu mengorganisasi masyarakat melalui pendekatan ekonomi, khususnya di kalangan pedagang batik di Laweyan, Surakarta.
Ia mendirikan Sarekat Dagang Islam (SDI) pada 1905 sebagai wadah untuk melindungi kepentingan pedagang pribumi dari dominasi asing.
“Beliau mengorganisasikan kekuatan rakyat melalui wadah ekonomi sebagai langkah awal menghadapi kolonialisme,” ujar Fadli.
Awal Gerakan yang Lebih Luas
Perkembangan SDI menjadi Sarekat Islam pada 1912 menandai perluasan perjuangan, dari sektor ekonomi ke ranah sosial dan politik.
Di bawah kepemimpinan H.O.S. Tjokroaminoto, organisasi ini kemudian menjadi salah satu kekuatan besar dalam pergerakan nasional melawan penjajahan.
Warisan Sejarah dan Inspirasi
K.H. Samanhudi, yang lahir pada 1868, dikenal sebagai saudagar batik sukses sekaligus tokoh penting dalam sejarah perjuangan Indonesia. Ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 1961.
Fadli menegaskan bahwa mengenang tokoh seperti Samanhudi penting untuk memperkuat kesadaran sejarah dan menumbuhkan apresiasi terhadap perjuangan para pendahulu bangsa.
Kegiatan ziarah yang dilakukan diharapkan menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan dalam pembangunan karakter dan kebudayaan nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







