Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Lifestyle

Dokter Ungkap Sejumlah Pemeriksaan Kesehatan Penting yang Wajib Dilakukan Wanita Secara Rutin

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dokter Ungkap Sejumlah Pemeriksaan Kesehatan Penting yang Wajib Dilakukan Wanita Secara Rutin
Foto: (Sumber : Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan mammografi pada seorang perempuan penderita kanker payudara dengan teknologi mammografi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) dari Fujifilm Indonesia di Jakarta, Kamis (6/3/2025) .(Antara/HO/Fujifilm Indonesia).)

Pantau - Direktur Klinis Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Marengo Asia, dr. Pallavi Vasal, mengungkapkan sejumlah pemeriksaan kesehatan yang sebaiknya tidak dilewati wanita untuk mendeteksi penyakit sejak dini, sebagaimana dilaporkan di Jakarta, Sabtu (4/4/2026).

Skrining Penting untuk Deteksi Dini

Pallavi menjelaskan sebagian besar penyakit serius berkembang secara perlahan sehingga skrining rutin menjadi langkah penting untuk pencegahan.

"Ini bukan sekadar tes, melainkan bentuk kepastian atau peringatan dini saat paling dibutuhkan,” ungkapnya.

Ia menyebut mammografi perlu dilakukan secara rutin terutama setelah usia 40 tahun guna mendeteksi kanker payudara lebih awal.

Selain itu, skrining serviks seperti pap smear dan tes HPV dinilai efektif mencegah kanker serviks.

Pallavi juga menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan jantung melalui pengecekan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah yang kerap diabaikan wanita.

Perhatikan Hormon hingga Kesehatan Mental

Pemeriksaan hormon juga diperlukan karena gangguan seperti diabetes dan tiroid sering tidak menunjukkan gejala jelas.

Ia menambahkan kesehatan tulang perlu dipantau sejak usia 30 tahun karena risiko penurunan kepadatan tulang.

"Tes kepadatan tulang mungkin terasa tidak perlu, sampai penurunan kecil berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih besar," ujarnya.

Pallavi juga mengingatkan pentingnya skrining kesehatan reproduksi dan mental sebagai bagian dari kesehatan menyeluruh.

"Rasa sakit, ketidakteraturan, atau kekhawatiran bukanlah hal yang harus 'disesuaikan', mereka alasan untuk mencari kejelasan," katanya.

Selain itu, skrining kanker usus besar disarankan terutama setelah usia 45 tahun untuk mencegah risiko penyakit serius.

Ia menegaskan pemeriksaan kesehatan bukan sekadar tes, tetapi bentuk kepedulian terhadap diri sendiri sebelum kondisi memburuk.

Penulis :
Ahmad Yusuf