HOME  ⁄  Lifestyle

Gaya Chat dan Emoji Disebut Bisa Ungkap Usia serta Emosi Pengguna

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Gaya Chat dan Emoji Disebut Bisa Ungkap Usia serta Emosi Pengguna
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Ragam emoji. ANTARA/HO-Pexels.)

Pantau - Cara seseorang menggunakan emoji, tanda baca, hingga gaya mengetik pesan disebut dapat menunjukkan usia dan kondisi emosional mereka.

Berdasarkan laporan Psychology Today, pesan teks kini tidak hanya menjadi alat penyampai informasi tetapi juga sarana ekspresi emosional dan membangun hubungan sosial.

Setiap emoji, tanda baca, dan penggunaan singkatan tertentu disebut membawa “data emosional” mengenai pikiran serta perasaan seseorang.

Penelitian oleh Minich, Kerr, dan Moreno pada 2025 menemukan remaja menggunakan emoji dengan cara yang lebih kompleks, ironis, dan absurd dibanding kelompok usia lain.

Bagi remaja, emoji dipakai bukan hanya untuk menunjukkan emosi tetapi juga menyampaikan nada bicara dan konteks tertentu dalam percakapan digital.

Emoji wajah tertawa sambil menangis dapat bermakna humor, ejekan, hingga rasa putus asa tergantung konteks percakapan.

Peneliti menilai pola komunikasi remaja tersebut berkaitan dengan fase eksplorasi identitas, emosi yang intens, dan kecenderungan menyembunyikan ketakutan melalui sarkasme serta ironi.

Penggunaan tanda titik di akhir kalimat sering dianggap sebagai tanda kemarahan atau frustrasi oleh kalangan remaja.

Karena itu, penggunaan titik di akhir pesan kadang membuat anak mempertanyakan apakah orang tuanya sedang marah.

Artikel tersebut menyebut bahasa digital generasi muda berkembang hingga tata bahasa yang benar kadang dianggap sebagai ancaman emosional.

Penelitian Emmanuel dan Isiaq pada 2025 menemukan kelompok usia 25 hingga 34 tahun menjadi pengguna emoji, singkatan, dan tanda baca ekspresif paling aktif.

Kelompok usia tersebut kerap memakai beberapa tanda seru sekaligus untuk menciptakan kesan hangat, akrab, dan menjaga hubungan sosial di tengah kehidupan yang serba cepat.

Pada kelompok usia 25 hingga 34 tahun, pesan teks dipakai bukan hanya untuk bertukar informasi tetapi juga membangun koneksi emosional dengan orang lain.

Kelompok usia 35 hingga 54 tahun disebut lebih memilih gaya pesan yang langsung dan fungsional dengan penggunaan emoji yang jauh lebih sedikit.

Kelompok usia paruh baya cenderung memakai pesan singkat untuk kebutuhan praktis dibanding membangun kedekatan emosional.

Nada sarkasme atau sindiran pada kelompok usia tersebut biasanya disampaikan melalui susunan kalimat dan penggunaan elipsis atau tiga titik.

Penelitian lain oleh Pang dan rekan-rekannya pada 2025 menemukan orang lanjut usia lebih jarang menggunakan emoji tetapi cenderung memakainya secara tulus.

Emoji senyum pada kelompok lanjut usia umumnya benar-benar menunjukkan rasa bahagia atau kedekatan emosional.

Hal tersebut berbeda dengan remaja yang sering menggunakan emoji secara sarkastik atau ironi.

Penelitian tersebut menyimpulkan gaya mengetik pesan digital kini berkembang menjadi semacam dialek bahasa baru yang berbeda pada setiap generasi.

Karena itu, memahami konteks dan kebiasaan komunikasi tiap kelompok usia dinilai penting untuk menghindari kesalahpahaman dalam percakapan digital.

Penulis :
Gerry Eka