HOME  ⁄  Lifestyle

Suplementasi Isoflavon Kedelai Dinilai Efektif Redakan Gejala Genital Pascamenopause

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Suplementasi Isoflavon Kedelai Dinilai Efektif Redakan Gejala Genital Pascamenopause
Foto: Kandungan isoflavon pada kedelai jauh lebih tinggi dibandingkan jenis kacang-kacangan yang lain. (sumber: ANTARA/ M Iqbal Ichsan)

Pantau - Analisis terbaru dari uji coba terkontrol secara acak menunjukkan bahwa suplementasi isoflavon kedelai cukup efektif membantu meredakan gejala genital dan seksual pada perempuan pascamenopause.

Penelitian tersebut melibatkan 1.325 perempuan pascamenopause dari berbagai negara dengan konsumsi suplemen isoflavon kedelai selama 4 hingga 24 minggu dalam dosis 40 hingga 160 miligram per hari.

Hasil penelitian itu dipublikasikan dalam International Journal of Impotence Research.

Isoflavon sendiri merupakan fitoestrogen dengan struktur kimia yang mirip estrogen sehingga dapat mengikat reseptor estrogen dalam tubuh secara lemah.

Isoflavon kedelai secara alami ditemukan dalam berbagai makanan berbahan dasar kedelai seperti tahu, tempe, dan kacang kedelai.

Isoflavon Dinilai Membantu Gejala Urogenital

Analisis penelitian menemukan adanya peningkatan secara keseluruhan terhadap masalah kekeringan vagina dan gejala urogenital pada perempuan pascamenopause.

Gejala urogenital tersebut meliputi nyeri saat buang air kecil, dorongan untuk buang air kecil, penurunan gairah seksual, serta nyeri atau tekanan di area panggul.

Dokter kandungan dan spesialis menopause Heather Bartos menjelaskan bahwa isoflavon kedelai tidak bekerja sebagai pengganti estrogen sepenuhnya.

“Isoflavon kedelai tidak menggantikan estrogen, tetapi dapat menciptakan efek menyerupai estrogen ringan pada jaringan tertentu yang terdampak menopause, terutama jaringan vagina dan saluran kemih,” ungkap Heather Bartos.

Namun, penelitian tersebut tidak menemukan manfaat signifikan secara keseluruhan untuk mengatasi nyeri saat berhubungan seksual, sensasi panas, keringat malam, maupun gejala psikologis menopause.

Konsumsi Kedelai Perlu Dilakukan Secara Konsisten

Ahli diet terdaftar Melissa Groves Azzaro menyebutkan bahwa isoflavon kedelai kemungkinan lebih mudah diserap tubuh jika berasal dari makanan dibandingkan suplemen.

Dokter kandungan di Maven Clinic, Stacey Silverman Fine mengatakan bahwa manfaat nyata dari kedelai membutuhkan konsistensi konsumsi setiap hari.

Untuk mencapai asupan 80 hingga 100 miligram isoflavon per hari hanya dari makanan, seseorang perlu mengonsumsi dua sampai tiga porsi makanan berbahan kedelai setiap hari.

Stacey Silverman Fine menilai pola konsumsi tersebut memungkinkan dilakukan dengan perencanaan yang baik, tetapi menjadi perubahan pola makan yang cukup besar bagi banyak perempuan Amerika.

Melissa Groves Azzaro menyarankan perempuan pascamenopause memulai konsumsi satu hingga dua porsi makanan berbahan dasar kedelai setiap hari sambil memantau perkembangan gejala menopause.

Alternatif lain yang disarankan ialah mengombinasikan konsumsi makanan kedelai dengan suplemen isoflavon.

Groves Azzaro juga mengingatkan pentingnya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu bagi orang yang mengonsumsi obat tertentu yang dapat berinteraksi dengan isoflavon kedelai.

Konsultasi dokter juga dianjurkan bagi mereka yang memiliki riwayat kanker sensitif estrogen, sedang menjalani terapi penggantian hormon, atau menggunakan obat penghambat efek estrogen seperti Tamoxifen.

Penulis :
Arian Mesa