
PANTAU - Ahli gizi merekomendasikan kaldu tulang hangat atau bone broth sebagai alternatif minuman pagi selain kopi karena dinilai dapat membantu melancarkan buang air besar dan mendukung kesehatan sistem pencernaan melalui berbagai mekanisme, termasuk menjaga hidrasi tubuh dan menyediakan mineral penting.
Hidrasi dan Kandungan Mineral Dinilai Mendukung Fungsi Pencernaan
Menurut laporan Eating Well, kaldu tulang hangat dapat membantu menjaga keteraturan buang air besar melalui perannya dalam memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan mendukung fungsi saluran cerna.
Ahli gizi Katie Rodriguez mengatakan, “Dehidrasi ringan sekalipun dapat menyebabkan sembelit dan memperlambat proses pencernaan.”
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar orang bangun tidur dalam kondisi sedikit kekurangan cairan setelah semalaman tidak mengonsumsi minuman sehingga feses dapat menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan.
Selain membantu hidrasi, kaldu tulang hangat dinilai lebih ramah bagi sistem pencernaan dibandingkan minuman dingin pada pagi hari.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa minuman bersuhu hangat dapat membantu merangsang aktivitas saluran pencernaan.
Kaldu tulang mengandung elektrolit dan mineral seperti natrium, kalium, serta magnesium yang berperan dalam mendukung kontraksi otot polos dan gerakan peristaltik usus.
Ahli gizi Abigail Hueber menyatakan bahwa berkurangnya kadar mineral tertentu dapat memperlambat motilitas usus atau kemampuan usus menggerakkan isinya.
Tetap Perlu Didukung Pola Hidup Sehat
Kaldu tulang juga mengandung gelatin dan asam amino seperti glisin, glutamin, serta prolin yang berperan dalam menjaga kesehatan lapisan usus.
Gelatin memiliki kemampuan mengikat air yang secara teori dapat membantu membentuk feses yang lebih lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa penelitian mengenai hubungan langsung antara konsumsi kaldu tulang dan perbaikan sembelit pada manusia masih terbatas.
Bagi masyarakat yang tidak menyukai kaldu tulang, air hangat dengan perasan lemon dapat menjadi alternatif karena dinilai mampu merangsang refleks gastrocolic yang membantu pergerakan usus setelah makan atau minum.
Minuman herbal berbahan dasar akar chicory dan akar dandelion juga disebut berpotensi mendukung kesehatan pencernaan, sementara akar chicory mengandung serat prebiotik yang membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus.
Selain memilih minuman yang tepat, para ahli menyarankan masyarakat untuk rutin bergerak pada pagi hari, mengonsumsi sarapan kaya serat, tidak menahan keinginan buang air besar, menjaga pola tidur yang baik, serta mengelola stres.
Menurut para ahli, manfaat minuman pagi bagi kelancaran buang air besar akan lebih optimal apabila didukung pola makan tinggi serat, asupan cairan yang cukup, aktivitas fisik teratur, dan gaya hidup sehat secara keseluruhan.
- Penulis :
- Gerry Eka





