billboard mobile
HOME  ⁄  Lifestyle

Dokter RSUI Ungkap Pemicu dan Tanda Awal Migrain yang Kerap Tidak Disadari Penderita

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dokter RSUI Ungkap Pemicu dan Tanda Awal Migrain yang Kerap Tidak Disadari Penderita
Foto: (Sumber :Dokter spesialis saraf subspesialis neurokritikal dan intensif dr. Ramdinal Aviesena Zairinal, Sp.N(K) saat memberikan keterangan dalam wawancara Podcast ANTARA Bincang Sehat, di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Depok, Jawa Barat, Senin (15/6/2026). ANTARA/Sri Dewi Larasati.)

Pantau - Dokter spesialis saraf subspesialis neurokritikal dan intensif Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dr. Ramdinal Aviesena Zairinal, Sp.N(K), mengungkapkan migrain memiliki berbagai pemicu serta sinyal awal yang dapat menyebabkan serangan nyeri pada satu sisi kepala kambuh.

Menurut dokter yang akrab disapa Sena tersebut, kelelahan akibat aktivitas fisik yang berlebihan menjadi salah satu faktor yang paling sering memicu migrain.

“Ya jadi kalau migrain itu ada pencetusnya, ada sesuatu yang bisa menyebabkan dia kambuh. Yang paling sering itu misalnya dia kelelahan, banyak aktivitas fisik yang melelahkan,” ungkap Sena kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Selain kelelahan, kurang istirahat, kualitas tidur yang buruk, stres psikis, tekanan emosional, hingga perubahan hormonal pada perempuan menjelang atau saat menstruasi juga dapat memicu serangan migrain.

Sena menambahkan bahwa beberapa jenis makanan juga dilaporkan dapat menjadi pencetus, meski efeknya berbeda pada setiap individu.

“Ada juga yang lain itu makanan tapi enggak melulu setiap orang sama. Jadi pencetus ini bisa beda setiap orang. Kalau makanan yang pernah dilaporkan itu misalnya yang ada berbahan cokelat atau yang bisa mengandung juga semacam kayak MSG pengawet itu juga bisa (pemicu migrain),” ujarnya.

Gejala Awal Sebelum Serangan Migrain

Sena menjelaskan penderita migrain biasanya mengalami sejumlah gejala awal beberapa jam sebelum serangan muncul.

Gejala tersebut antara lain tubuh terasa tidak nyaman, mudah lelah, dan merasa capek tanpa sebab yang jelas.

Menurutnya, sebagian penderita mampu mengenali tanda-tanda tersebut, namun tidak sedikit yang tidak menyadarinya.

Selain itu, beberapa penderita juga mengalami aura, yakni gejala neurologis yang muncul sekitar 60 menit sebelum nyeri kepala terjadi.

“Itu macem-macem ada yang kayak kilatan cahaya, kayak melihat sesuatu tuh kayak jadi distorsi ada yang berubah yang tadinya jauh jadi deket, atau bahkan ada yang sampai jadi kesulitan bicara. Jadi ada namanya aura. Petunjuk itu sebenarnya ada, tapi kadang pasien menyadari kadang enggak,” kata Sena.

Migrain Bisa Berlangsung Hingga Tiga Hari

Sena menerangkan migrain umumnya ditandai dengan nyeri berdenyut yang menyerang salah satu sisi kepala, baik kiri maupun kanan.

Keluhan tersebut biasanya memiliki intensitas sedang hingga berat sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Durasi serangan migrain berkisar antara empat jam hingga 72 jam atau sekitar tiga hari.

“Jadi bukan yang terus-menerus sampai sebulan atau berminggu-minggu gitu, bukan. Migrain ini memang ditandai karakteristiknya dan ada durasinya,” ungkapnya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk mengenali pemicu dan gejala awal migrain agar dapat melakukan pencegahan maupun penanganan lebih dini sebelum serangan menjadi lebih berat.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Kemenkeu 2026