
Pantau - Dokter spesialis saraf dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) mengingatkan bahwa cara mengonsumsi minuman berkafein seperti kopi yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko kambuhnya migrain, meski kafein juga dikenal dapat membantu meredakan sakit kepala tertentu.
Dokter spesialis saraf subspesialis neurokritikal dan intensif RSUI, dr. Ramdinal Aviesena Zairinal, Sp.N(K), mengatakan kafein memiliki dua sisi dalam kaitannya dengan migrain, yakni bisa menjadi zat yang membantu mengurangi gejala, namun juga dapat menjadi pemicu jika pola konsumsinya berubah secara drastis.
“Itulah yang harus dipahami. Harusnya dia (kafein) positif, tapi kenapa jadi yang hal yang negatif Itu karena ada perubahan dari cara kita mengonsumsi kafeinnya,” ungkapnya.
Perubahan Dosis dan Pola Konsumsi Jadi Pemicu
Menurut Sena, sapaan akrabnya, peningkatan jumlah konsumsi kafein secara tiba-tiba berpotensi memicu migrain pada sebagian orang.
Ia mencontohkan seseorang yang biasanya hanya mengonsumsi satu hingga dua cangkir kopi per hari kemudian meningkatkan konsumsi menjadi empat hingga lima cangkir.
Pada kondisi tersebut, efek kafein yang semula membantu meredakan sakit kepala dapat berubah menjadi pemicu migrain yang lebih berat.
Selain kopi, kafein juga dapat ditemukan dalam minuman bersoda, minuman kaleng, hingga sejumlah jenis obat-obatan.
Berhenti Mendadak Juga Berisiko
Sena menjelaskan pola konsumsi kafein yang tidak konsisten juga dapat memengaruhi munculnya sakit kepala.
Perubahan waktu konsumsi yang biasanya dilakukan secara rutin pada pagi hari kemudian bergeser menjadi siang atau malam hari dapat memicu gangguan pada sebagian orang.
Risiko serupa juga muncul ketika seseorang yang terbiasa mengonsumsi kafein setiap hari tiba-tiba menghentikan kebiasaan tersebut.
“Perubahan seperti itu yang tadinya banyak kopinya terus tiba-tiba mendadak maka itu pun juga bisa menyebabkan gejala sakit kepalanya akibat withdrawal atau berhenti yang mendadak dari si kafein tersebut. Jadi yang salah tuh bukan si kafeinnya tapi bagaimana kita menggunakannya,” ujarnya.
Konsumsi Kafein Perlu Dijaga Tetap Stabil
Sena menekankan bahwa kafein bukanlah penyebab utama migrain, melainkan perubahan dosis dan pola konsumsi yang tidak teratur yang dapat memicu munculnya gejala.
Karena itu, masyarakat disarankan menjaga konsumsi kafein tetap konsisten dan tidak melakukan perubahan secara mendadak untuk mengurangi risiko sakit kepala migrain.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








