
Pantau - Western Sydney University meraih peringkat ketiga dunia dalam Times Higher Education Sustainability Impact Ratings 2026 yang menilai kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pendidikan, penelitian, operasional kampus, dan pengabdian kepada masyarakat.
Komitmen Keberlanjutan Diakui di Tingkat Global
Vice-Chancellor dan President Western Sydney University Professor George Williams AO mengatakan capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi universitas yang terus berkontribusi dalam pengembangan keberlanjutan.
Ia mengungkapkan, "Sebagai institusi yang masih muda, beragam, dan dinamis yang berada di salah satu wilayah metropolitan dengan pertumbuhan tercepat di Australia, kami sangat bangga dapat memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan semakin pentingnya pemeringkatan ini dalam beberapa tahun terakhir."
Williams mengatakan pemeringkatan tersebut menjadi tolok ukur penting karena menilai langkah nyata perguruan tinggi dalam mendorong kesetaraan, inklusivitas, dan perubahan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Times Higher Education Sustainability Impact Ratings 2026 menilai lebih dari 1.600 universitas di seluruh dunia berdasarkan kontribusi terhadap berbagai target SDGs, termasuk aksi iklim, pendidikan berkualitas, pengurangan kesenjangan, kesetaraan gender, pengentasan kemiskinan, energi bersih, inovasi industri, serta pembangunan kota dan komunitas berkelanjutan.
Dalam pemeringkatan tersebut, Western Sydney University menjadi satu dari dua universitas Australia yang masuk dalam 10 besar dunia.
Universitas itu juga sebelumnya menempati peringkat pertama dunia selama empat tahun berturut-turut pada pemeringkatan yang sama sebelum kembali berada di posisi tiga besar pada 2026.
Integrasikan SDGs dalam Seluruh Aktivitas Kampus
Williams mengatakan meningkatnya standar penilaian mencerminkan semakin banyak universitas di Australia maupun negara lain yang memperkuat dampak sosial dan keberlanjutan melalui pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui integrasi 17 SDGs Perserikatan Bangsa-Bangsa ke dalam kegiatan akademik, riset, operasional kampus, dan keterlibatan masyarakat di seluruh kampusnya, termasuk di Indonesia dan Vietnam.
Deputy Vice-Chancellor Research and Innovation Western Sydney University Professor Ian Anderson mengatakan prinsip keberlanjutan telah menjadi bagian dari seluruh aktivitas universitas.
Ia mengatakan, "Mendorong keberlanjutan dan ketahanan merupakan bagian mendasar dari pendidikan, penelitian, dan berbagai inisiatif universitas. Kami tidak hanya selaras dengan SDGs, nilai-nilai tersebut telah menjadi bagian dari cara kami beroperasi."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf





