
Pantau - Menjaga jadwal tidur yang konsisten setiap malam dapat membantu melancarkan buang air besar pada pagi hari karena kualitas tidur berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Dokter spesialis gastroenterologi Catherine Ngo mengatakan tidur yang cukup dan berkualitas membantu sistem pencernaan mempertahankan pola pergerakan usus yang teratur sehingga mendukung kebiasaan buang air besar yang lebih konsisten.
Penelitian juga menunjukkan kualitas dan durasi tidur memengaruhi mikrobioma usus, sedangkan tidur yang tidak teratur dapat mengganggu ritme sirkadian dan meningkatkan risiko sembelit, perut kembung, serta gangguan pencernaan lainnya.
Tidur Larut Malam Dapat Mengganggu Pencernaan
Dokter gastroenterologi Rucha Shah menjelaskan kebiasaan tidur terlalu larut dapat meningkatkan kadar hormon kortisol pada waktu yang tidak semestinya sehingga mengganggu proses pencernaan.
Kondisi tersebut disebut lebih sering ditemukan pada pekerja shift malam yang cenderung mengalami pola buang air besar tidak teratur.
Ngo juga menjelaskan bangun lebih awal setelah tidur yang cukup memberi waktu bagi tubuh untuk rileks sehingga otot sfingter dapat bekerja lebih optimal saat proses buang air besar.
Ahli Anjurkan Pola Hidup Sehat untuk Cegah Sembelit
Para ahli menyarankan masyarakat mencukupi kebutuhan cairan setiap hari, mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh, serta berjalan kaki selama 10 hingga 20 menit setelah makan malam untuk membantu merangsang pergerakan usus.
Apabila sembelit tidak membaik meski telah menerapkan perubahan pola makan dan gaya hidup, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





