
Pantau - Ahli gizi menyarankan menjaga pola makan, rutin bergerak, dan tidur yang cukup sebagai cara paling efektif untuk membantu menjaga suasana hati dibanding mengandalkan minuman yang diklaim dapat meningkatkan mood.
Berbagai produk mood-boosting drink memang semakin populer, namun para ahli menilai manfaatnya belum terbukti secara konsisten untuk mengatasi stres, kecemasan, maupun perubahan suasana hati.
Kebiasaan Sehari-hari Lebih Efektif
Para ahli menjelaskan sejumlah bahan seperti L-theanine dan ashwagandha memang menunjukkan hasil penelitian yang menjanjikan, tetapi bukti tersebut berasal dari penelitian terhadap masing-masing bahan dengan dosis tertentu, bukan terhadap produk minuman yang dijual di pasaran.
Ahli gizi Emily Van Eck mengatakan mengonsumsi makanan secara teratur merupakan langkah sederhana yang sering diabaikan untuk menjaga suasana hati dan tingkat energi.
Ia menyarankan setiap waktu makan mengombinasikan karbohidrat, protein, dan lemak sehat agar kebutuhan energi tubuh tetap terjaga sepanjang hari.
Aktivitas fisik juga dinilai berperan penting dalam menjaga suasana hati, bahkan gerakan ringan tetap memberikan manfaat apabila belum sempat berolahraga lebih lama.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan aktivitas fisik intensitas sedang selama sedikitnya 150 menit setiap pekan disertai latihan kekuatan selama dua hari dalam seminggu.
Tidur Cukup dan Batasi Kafein
Para ahli juga mengingatkan pentingnya tidur sedikitnya tujuh jam setiap malam untuk membantu mengurangi stres sekaligus menjaga kesehatan mental.
Konsumsi kafein dan alkohol secara berlebihan juga disarankan untuk dihindari karena dapat memicu kecemasan, mengganggu kualitas tidur, serta memengaruhi suasana hati dalam jangka panjang.
Menurut para ahli, mood-boosting drink tetap dapat menjadi pilihan bagi sebagian orang, terutama sebagai pengganti minuman beralkohol.
Namun, manfaat yang dirasakan kemungkinan juga berasal dari kebiasaan beristirahat sejenak sambil menikmati minuman tersebut, bukan semata-mata dari kandungan bahannya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





