
Pantau - Kondisi dataran tinggi di Daerah Otonom Xizang atau Tibet memiliki risiko memicu altitude sickness bagi pendatang, sehingga masyarakat setempat mengandalkan pengobatan tradisional dan madu sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan, berdampingan dengan layanan medis modern.
Penyakit ketinggian umumnya terjadi ketika seseorang berpindah terlalu cepat dari dataran rendah ke wilayah dengan ketinggian di atas 2.400 meter tanpa memberi waktu bagi tubuh untuk beradaptasi terhadap kadar oksigen yang lebih rendah.
Gejala Penyakit Ketinggian Perlu Diwaspadai
Gejala yang muncul antara lain sakit kepala, mual, muntah, pusing, kelelahan, sulit tidur, hingga hilangnya nafsu makan yang biasanya dirasakan dalam enam hingga 12 jam setelah tiba di dataran tinggi.
Dalam kondisi yang lebih berat, penderita dapat mengalami sakit kepala hebat, kebingungan, kehilangan koordinasi gerak, hingga penumpukan cairan di paru-paru yang ditandai batuk berdahak berbusa atau berwarna merah muda, dada terasa tertekan, serta bibir membiru.
Kondisi tersebut memerlukan penanganan medis segera, termasuk pemberian oksigen dan menurunkan penderita ke wilayah dengan ketinggian yang lebih rendah.
Aklimatisasi Menjadi Langkah Pencegahan
Pencegahan terbaik terhadap penyakit ketinggian dilakukan melalui proses aklimatisasi dengan menaiki dataran tinggi secara bertahap agar tubuh memiliki waktu menyesuaikan diri terhadap perubahan kadar oksigen.
Di wilayah Tibet, pengobatan tradisional dan madu juga dikenal sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat, meski layanan kesehatan modern tetap digunakan untuk diagnosis maupun penanganan medis sesuai kebutuhan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



