
Pantau - Pola asuh positif atau positive parenting dinilai mampu membantu anak tumbuh dengan rasa aman, percaya diri, dan mampu mengelola emosi melalui komunikasi yang hangat, disiplin tanpa kekerasan, serta penghargaan terhadap proses perkembangan anak.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut intervensi pengasuhan berbasis bukti dapat membantu memperkuat hubungan orang tua dan anak, mengurangi pola asuh keras, serta mendukung kesehatan mental anak.
Komunikasi dan Dukungan Jadi Kunci Pengasuhan
Orang tua dianjurkan menghindari bentakan dan menggunakan komunikasi yang tenang agar anak memahami alasan di balik aturan serta lebih mudah mengendalikan perilakunya.
Pengasuhan positif juga mendorong orang tua memberikan ruang kepada anak untuk menyampaikan perasaan tanpa langsung menyalahkan atau mengabaikan emosinya.
Orang tua disarankan memberikan apresiasi terhadap usaha dan proses belajar anak, bukan hanya berfokus pada hasil, guna membangun rasa percaya diri.
Memberikan kesempatan kepada anak untuk mengambil keputusan sederhana sesuai usia, seperti memilih pakaian atau permainan, juga dinilai dapat melatih kemandirian dan tanggung jawab.
Aturan Tetap Diperlukan dalam Positive Parenting
Orang tua juga diharapkan menjadi teladan dalam mengelola emosi karena anak banyak belajar melalui perilaku yang dicontohkan di lingkungan keluarga.
UNICEF menjelaskan bahwa anak berkembang lebih baik ketika merasa dicintai, aman, dan dipahami.
Pengasuhan positif bukan berarti membiarkan anak melakukan semua hal tanpa batas, melainkan tetap menerapkan aturan yang jelas dan konsisten dengan cara yang menghargai anak.
Pendekatan tersebut diharapkan membantu anak belajar mengambil keputusan, mengelola emosi, serta tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan mandiri.
- Penulis :
- Aditya Yohan



