
Pantau - Para ahli jantung menyebut konsumsi ikan berlemak seperti salmon, mackerel, sarden, dan trout dapat membantu menjaga kesehatan jantung karena mengandung asam lemak omega-3, terutama DHA dan EPA.
Kandungan omega-3 pada ikan berlemak dinilai dapat mendukung kadar kolesterol baik atau HDL, menurunkan trigliserida, membantu melawan peradangan, serta mendukung fungsi listrik normal jantung.
Pakar irama jantung Rajesh S. Banker mengatakan HDL membantu menghilangkan kelebihan kolesterol buruk atau LDL dari aliran darah untuk kemudian dibawa ke hati dan dikeluarkan dari tubuh.
“Ikan berlemak dapat membantu meningkatkan HDL dan menjaga aliran darah yang sehat dan lancar melalui arteri,” kata Banker.
Ahli kardiologi Muzamil Khawaja menjelaskan trigliserida merupakan jenis lemak yang beredar dalam aliran darah dan disimpan sebagai energi di jaringan lemak.
Tubuh membutuhkan trigliserida untuk menjalankan fungsi normal, tetapi kadar yang terus-menerus tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
“Asam lemak omega-3 dalam ikan berlemak, EPA dan DHA, mengurangi produksi partikel kaya trigliserida yang disebut VLDL oleh hati. Trigliserida tinggi merupakan faktor risiko independen untuk penyakit jantung dan sangat umum terjadi pada orang dengan resistensi insulin atau sindrom metabolik, sehingga menurunkannya secara signifikan mengurangi risiko kardiovaskular,” kata Khawaja.
Omega-3 dalam ikan berlemak juga dinilai dapat membantu melawan peradangan kronis yang berkontribusi terhadap penyakit kardiovaskular.
Peradangan kronis tingkat rendah dapat merusak lapisan pembuluh darah serta memicu berbagai tahap aterosklerosis atau penyempitan arteri akibat penumpukan plak.
“Peradangan sistemik merupakan stresor besar pada sistem kardiovaskular dan kesehatan secara keseluruhan. Ikan berlemak berkualitas memberikan manfaat anti-inflamasi yang kuat yang dapat menstabilkan sistem pembuluh darah dan menurunkan risiko kejadian jantung,” ucap Banker.
Dokter spesialis jantung Rick Snyder mengatakan asam lemak omega-3 turut mendukung fungsi listrik normal jantung sekaligus membantu menjaga pembuluh darah tetap fleksibel dan sehat.
“Meskipun ikan berlemak bukanlah pengganti obat ketika dibutuhkan, memasukkannya secara teratur sebagai bagian dari diet seimbang berkontribusi pada kesehatan kardiovaskular jangka panjang,” ujar Snyder.
Para ahli tetap mengingatkan bahwa konsumsi makanan sehat tidak membuat seseorang sepenuhnya terbebas dari risiko penyakit kardiovaskular karena terdapat faktor lain seperti gaya hidup, genetika, dan riwayat keluarga.
“Apa yang anda makan secara langsung membentuk kadar kolesterol dan trigliserida anda, tekanan darah, gula darah dan sensitivitas insulin, berat badan, dan bahkan tingkat peradangan yang beredar di pembuluh darah anda,” tambah Khawaja.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



