
Pantau - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara asal Australia mencapai 2,23 juta pada 2026 melalui kampanye Go Beyond Ordinary yang mendorong wisatawan menjelajahi lebih banyak destinasi di Indonesia.
Kampanye tersebut digelar di Sydney dan Melbourne untuk meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus memperluas perjalanan wisatawan Australia agar tidak hanya terpusat di Bali dan Jakarta.
"Kami ingin menghadirkan pengalaman wisata yang lebih beragam dan berkualitas sehingga wisatawan Australia mengeksplorasi lebih banyak destinasi di Indonesia, tidak hanya Bali dan Jakarta," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Australia dinilai menjadi salah satu pasar utama pariwisata Indonesia karena didukung kedekatan geografis, konektivitas penerbangan, serta hubungan bilateral kedua negara.
Kunjungan Wisatawan Australia Naik 6,29 Persen
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Australia menjadi penyumbang wisatawan mancanegara terbesar kedua bagi Indonesia pada 2025 dengan 1.754.791 kunjungan.
Hingga Juni 2026, kunjungan wisatawan Australia mencapai 864.750 atau meningkat 6,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kemenpar menargetkan jumlah tersebut terus bertumbuh hingga mencapai 2,23 juta kunjungan sepanjang 2026.
Untuk menjaga tren pertumbuhan, Kemenpar menggelar rangkaian misi penjualan Go Beyond Ordinary di Rydges World Square, Sydney, pada 5 Agustus 2026 dan Oaks Melbourne on Market Hotel, Melbourne, pada 6 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan industri perjalanan Australia untuk memperluas paket wisata dan membuka peluang transaksi ke berbagai destinasi Indonesia.
Produk yang ditawarkan mencakup wisata alam, budaya, bahari, gastronomi, hingga kebugaran.
Misi Penjualan Catat Potensi Devisa Rp78 Miliar
Kemenpar berharap peningkatan kunjungan wisatawan Australia tidak hanya menambah jumlah wisatawan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal dan meningkatkan belanja selama berada di Indonesia.
Kemenpar dalam misi penjualan tersebut berkolaborasi dengan asosiasi pariwisata, KJRI Sydney, KJRI Melbourne, Garuda Indonesia Sydney dan Melbourne, serta Melbourne Airport.
Kolaborasi dilakukan untuk mempertemukan secara langsung industri pariwisata Indonesia dengan sejumlah mitra potensial di Australia.
"Dari hasil pertemuan tersebut, Wonderful Indonesia Misi Penjualan pasar Australia di Sydney dan Melbourne berhasil membukukan potensi 3.050 wisatawan dengan potensi devisa sebesar 4,4 juta dolar atau setara sekitar Rp78 miliar," kata Made.
Kemenpar berharap perluasan perjalanan wisatawan ke berbagai destinasi turut meningkatkan manfaat ekonomi sektor pariwisata bagi daerah serta memperkuat daya saing pariwisata Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



