HOME  ⁄  Lifestyle

Studi Menemukan Konsumsi Minuman Manis Setiap Hari Meningkatkan Risiko Kanker Lambung

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Studi Menemukan Konsumsi Minuman Manis Setiap Hari Meningkatkan Risiko Kanker Lambung
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Seorang wanita sedang menahan sakit saat perut kembung. ANTARA/Pexels/am.)

Pantau - Sebuah studi kesehatan menemukan orang yang mengonsumsi sedikitnya satu minuman dengan pemanis tambahan setiap hari memiliki risiko kanker lambung 2,45 kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang sangat jarang mengonsumsinya.

Hasil studi yang dipublikasikan dalam Gastro Hep Advances tersebut menunjukkan peningkatan risiko terjadi pada perempuan maupun laki-laki.

Risiko kanker lambung tercatat tiga kali lebih tinggi pada perempuan dan dua kali lebih tinggi pada laki-laki yang mengonsumsi minuman dengan pemanis tambahan.

Para peneliti menggunakan data dari dua studi kesehatan jangka panjang di Amerika Serikat, yakni Nurses Health Study dan Health Professionals Follow-up Study.

Penelitian tersebut melibatkan 112.284 peserta dan mendokumentasikan 278 kasus kanker lambung.

Peserta mengisi kuesioner frekuensi makanan secara terperinci setiap empat tahun untuk melaporkan seberapa sering mereka mengonsumsi minuman tertentu.

Partisipan juga memberikan informasi mengenai gaya hidup, riwayat medis, dan perkembangan kesehatan lainnya setiap dua tahun.

Minuman dalam penelitian dibagi menjadi kelompok dengan pemanis tambahan, seperti minuman berkarbonasi, punch, limun, dan minuman olahraga, serta kelompok dengan pemanis buatan termasuk minuman berkarbonasi rendah kalori.

Tingkat konsumsi dikelompokkan mulai dari kurang dari satu porsi per bulan hingga lebih dari satu porsi per hari dengan ukuran satu porsi sebesar delapan ons.

Diagnosis kanker lambung yang dilaporkan peserta dikonfirmasi menggunakan catatan medis atau registri kanker jika memungkinkan.

Analisis juga disesuaikan dengan sejumlah faktor risiko kanker lambung yang telah diketahui, termasuk konsumsi daging merah dan daging olahan.

Para peneliti memeriksa kemungkinan infeksi bakteri H. pylori menjadi penyebab hubungan antara konsumsi minuman berpemanis tambahan dan kanker lambung karena infeksi tersebut merupakan faktor risiko yang telah diketahui.

Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara asupan minuman dengan pemanis tambahan dan kanker lambung tidak terkait dengan infeksi H. pylori.

Minuman dengan pemanis buatan, seperti teh dan soda diet, juga tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker lambung dalam studi tersebut.

Penelitian turut menemukan bahwa asupan fruktosa yang lebih tinggi memiliki hubungan positif dengan kanker lambung pada keseluruhan kelompok peserta dan perempuan.

Selain infeksi H. pylori, sejumlah faktor yang telah diketahui dapat meningkatkan risiko kanker lambung meliputi konsumsi alkohol berlebihan, merokok, usia lanjut, dan jenis kelamin laki-laki.

Para peneliti menyerukan penelitian lebih lanjut karena studi tersebut bersifat observasional sehingga temuannya menunjukkan hubungan dan belum membuktikan sebab-akibat secara langsung.

Peserta penelitian sebagian besar merupakan tenaga kesehatan kulit putih yang pertama kali terdaftar ketika berusia antara 30 hingga 75 tahun.

Kondisi tersebut membuat penerapan hasil penelitian terhadap kelompok ras dan etnis lain maupun orang dewasa yang lebih muda masih perlu dikaji lebih lanjut.

Meski melibatkan lebih dari 100.000 peserta, penelitian hanya mencatat 278 kasus kanker lambung sehingga jumlah kasus yang relatif kecil dapat membuat perkiraan menjadi kurang tepat.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026