HOME  ⁄  Lifestyle

Mencuci Apel dengan Air Mengalir Membantu Mengurangi Kotoran dan Mikroorganisme

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Mencuci Apel dengan Air Mengalir Membantu Mengurangi Kotoran dan Mikroorganisme
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Mencuci apel di bawah air mengalir. Pexels-Miriam Alonso.)

Pantau - Mencuci apel menggunakan air bersih yang mengalir sebelum dikonsumsi penting untuk membantu menghilangkan kotoran serta mengurangi mikroorganisme dan residu yang menempel pada permukaan buah. 

Apel merupakan salah satu buah yang praktis dikonsumsi dan mengandung hingga lima gram serat per buah.

Profesor kebijakan pangan dari Universitas Northeastern Darin Detwiler mengatakan permukaan apel dapat terpapar berbagai kotoran dan mikroorganisme selama proses produksi hingga sampai ke tangan konsumen.

“Apel tersebut telah ditanam di luar ruangan, dipanen, dikemas, diangkut, dipajang, dibeli, dan ditangani. Sepanjang perjalanan, permukaannya dapat mengumpulkan tanah, kotoran, dan mikroorganisme," kata Detwiler.

Menurut Detwiler, mencuci apel membantu menghilangkan kotoran dan mengurangi mikroorganisme pada permukaannya meskipun tidak dapat mensterilkan buah atau menghilangkan seluruh kemungkinan patogen.

Kontaminasi pada permukaan apel juga berpotensi berpindah ke daging buah melalui pisau atau alat pengupas yang digunakan.

Cuci Apel di Bawah Air Mengalir

Ahli diet berbasis nabati di Los Angeles Jackie Newgent menyarankan apel dicuci menggunakan sikat buah dan sayur yang bersih.

Seluruh permukaan apel perlu digosok secara menyeluruh di bawah air dingin yang mengalir sebelum dikeringkan menggunakan handuk dapur bersih atau tisu dapur.

Spesialis program keamanan pangan senior di National Environmental Health Association Melissa Vaccaro menegaskan sabun atau deterjen tidak diperlukan untuk membersihkan apel.

"Buah dan sayur bersifat berpori dan dapat menyerap residu, dan baik Badan Pengawas Obat dan Makanan​​​​​​​ AS (FDA) maupun Departemen Pertanian Amerika Serikat​​​​​​​ (USDA) menyarankan untuk tidak menggunakan sabun atau deterjen pada buah dan sayur," kata Vaccaro.

Vaccaro juga menyarankan buah dan sayuran dijauhkan dari daging mentah, unggas, dan makanan laut serta menggunakan tangan, talenan, dan peralatan yang bersih untuk mencegah kontaminasi silang.

Perendaman Dapat Mengurangi Residu Pestisida

Merendam hasil pertanian menggunakan larutan cuka atau soda kue disebut dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi konsentrasi residu pestisida.

Sebuah meta-analisis menemukan perendaman produk pertanian seperti tomat dan paprika dapat mengurangi keberadaan pestisida tertentu, tetapi tingkat penurunannya bervariasi antara nol hingga 94 persen dalam berbagai penelitian.

Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui konsentrasi dan jenis larutan yang efektif dalam menghilangkan pestisida.

Detwiler juga mengingatkan bahwa tidak semua buah dan sayuran sebaiknya direndam karena cara tersebut dapat memicu perpindahan mikroorganisme.

“Ketika beberapa jenis hasil pertanian direndam bersama, mikroorganisme dari satu item berpotensi menyebar ke item lainnya. Untuk beberapa buah dan sayuran, air juga dapat masuk melalui lubang alami, ujung batang atau bunga, memar, atau area yang rusak lainnya. Mencuci di bawah air bersih yang mengalir adalah pendekatan yang lebih baik,” katanya.

Bagian apel yang rusak juga perlu dibuang karena bakteri penyebab penyakit dapat berkembang biak pada area tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026