HOME  ⁄  Lifestyle

Fadli Zon Tegaskan Museum Tak Hanya Jaga Warisan, tetapi Juga Tumbuhkan Ekonomi Budaya

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Fadli Zon Tegaskan Museum Tak Hanya Jaga Warisan, tetapi Juga Tumbuhkan Ekonomi Budaya
Foto: (Sumber :Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat melakukan kunjungan ke National Museum of Egyptian Civilization (NMEC) di Kairo, Mesir sebagai langkah benchmark. ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan.)

Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan museum tidak hanya berfungsi menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat identitas nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi berbasis budaya.

“Museum tidak hanya menjaga warisan masa lalu, tetapi menjadi ruang yang menghidupkan kebudayaan, memperkuat identitas dan kebanggaan nasional, serta membuka peluang bagi tumbuhnya ekonomi budaya Indonesia,” ujar Menbud Fadli Zon dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Fadli mengunjungi National Museum of Egyptian Civilization (NMEC) di Kairo, Mesir, sebagai langkah benchmark pengelolaan museum.

Fadli mengatakan kunjungan tersebut memberikan pembelajaran bagi Indonesia bahwa museum merupakan etalase peradaban dan bukan sekadar tempat menyimpan serta merawat koleksi.

Museum Didorong Hidupkan Narasi Peradaban

Fadli menilai museum di Indonesia perlu mampu menghidupkan narasi perjalanan peradaban dari kekayaan warisan budaya hingga menjadi pengalaman yang memiliki nilai ekonomi.

“Mesir telah menjadikan museum-museum ini sebagai bagian dari etalase budaya, etalase peradaban mereka, dan bahkan menjadi sumber dari ekonomi budaya,” katanya.

NMEC diresmikan bersamaan dengan pelaksanaan Pharaohs' Golden Parade atau pemindahan mumi Firaun dari museum nasional menuju museum baru tersebut.

Fadli mengatakan pengelolaan museum juga ditunjang berbagai fasilitas dan kegiatan ekonomi yang dapat memberikan pengalaman tambahan kepada pengunjung.

“Aktivitas tersebut juga didukung dengan berbagai fasilitas dan kegiatan ekonomi, antara lain penjualan merchandise, adanya coffee shop, dan layanan lainnya,” ungkapnya.

Koleksi Mumi Jadi Daya Tarik NMEC

Fadli menyebut NMEC memiliki daya tarik khusus berupa koleksi mumi para Firaun atau raja dan ratu Mesir dari berbagai dinasti.

Museum yang diperkirakan dikunjungi hingga 10.000 orang per hari tersebut memiliki koleksi yang menggambarkan perjalanan panjang peradaban Mesir.

Selain mumi, museum menampilkan berbagai perkembangan pengetahuan dan teknologi yang telah dikenal sejak ribuan tahun lalu, salah satunya melalui pameran tapestri atau tekstil.

Menurut Fadli, pengelolaan tersebut memperlihatkan bagaimana perjalanan sejarah dan warisan peradaban dapat dikemas menjadi pengalaman budaya yang memiliki nilai ekonomi.

Narasi perjalanan Mesir dari masa kuno hingga modern juga menjadi bagian penting dalam membangun daya tarik museum bagi pengunjung.

Melalui konsep tersebut, sejarah tidak hanya disimpan dan dikonservasi, tetapi juga dihadirkan kepada masyarakat sebagai perjalanan peradaban yang dapat memberikan manfaat budaya dan ekonomi.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026