
Pantau - Mengeluh dapat membantu seseorang meluapkan emosi negatif dan memulai pemecahan masalah, tetapi kebiasaan mengeluh secara berlebihan dinilai dapat berdampak buruk terhadap kesehatan mental dan hubungan sosial.
"Mengeluh bisa bermanfaat jika hal itu memungkinkan kita meluapkan emosi negatif, mengomunikasikan perasaan, dan memulai proses pemecahan masalah," kata psikolog kesehatan klinis di SelfWorks Kerry Cannity, PhD, sebagaimana dikutip dalam siaran Real Simple pada Rabu, 30 September 2026.
Cannity menyampaikan bahwa memendam atau menyangkal perasaan negatif juga memiliki konsekuensi terhadap kondisi seseorang.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa menahan emosi dapat berdampak buruk pada daya ingat, hubungan sosial, hingga kesehatan jantung.
Mengungkapkan Keluhan Bisa Membuat Lebih Tenang
Membicarakan masalah kepada orang yang bersedia mendengarkan dapat membantu seseorang merasa dipahami dan lebih tenang.
"Terutama jika mereka tidak langsung berusaha memperbaiki masalah atau menyuruh kita untuk tidak merasa demikian," kata terapis di BetterHelp Sarah Close, LPC.
Menurut para ahli psikologi, salah satu pembeda antara mengeluh secara sehat dan tidak sehat adalah seberapa sering seseorang melakukannya.
"Jika mengeluh menjadi kebiasaan, hal itu justru dapat mulai mengubah cara kerja otak ke arah pandangan yang lebih negatif," kata Cannity.
"Ini dapat meningkatkan fokus pada stimulus yang memicu kemarahan atau ketakutan, yang pada akhirnya meningkatkan kadar hormon stres secara keseluruhan di dalam otak dan tubuh," ia menjelaskan.
Mengeluh Berlebihan Bisa Ganggu Hubungan
Kebiasaan mengeluh secara berlebihan juga dinilai dapat memengaruhi hubungan seseorang dengan orang lain.
"Jika setiap percakapan berubah menjadi ajang mengeluh, lama-kelamaan orang akan enggan melanjutkan percakapan tersebut," kata terapis yang berspesialisasi dalam hubungan Mary McLaughlin, LCSW.
Close menyarankan seseorang memperhatikan kondisi emosional setelah menyampaikan keluhan untuk mengetahui apakah tindakan tersebut membantu atau justru memperburuk perasaan.
"Apakah saya merasa lebih dipahami atau lebih jelas, atau justru menghidupkan kembali rasa frustrasi dan kembali masuk ke lingkaran yang sama?" ujar Close.
Apabila mengeluh tidak membantu memahami masalah atau menemukan solusi dan justru menambah kekesalan, frekuensinya dinilai perlu dikurangi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




