HOME  ⁄  Lifestyle

Fadli Zon Dorong Pencak Silat Masuk Olimpiade, Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia di Belanda

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Fadli Zon Dorong Pencak Silat Masuk Olimpiade, Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia di Belanda
Foto: (Sumber :Menteri Kebudayaan Fadli Zon berfoto bersama para pesilat dari Indonesia dan Belanda dalam "1st International Pencak Silat Culture & Heritage Festival" di Amersfoort, Belanda, Sabtu (10/10/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan).)

Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong pencak silat menjadi cabang olahraga Olimpiade melalui penguatan diplomasi budaya dan perluasan kerja sama internasional untuk meningkatkan dukungan dunia terhadap seni bela diri tradisional Indonesia.

Upaya tersebut disampaikan Fadli saat membuka 1st International Pencak Silat Culture & Heritage Festival yang berlangsung di Amersfoort, Belanda, pada Sabtu (10/10/2026).

Fadli menegaskan bahwa pencak silat memiliki potensi untuk berkembang sebagai olahraga internasional sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia.

“Kita memiliki aspirasi bersama agar Pencak Silat dapat menjadi bagian dari Olimpiade. Untuk mencapainya, diperlukan kerja sama internasional dan partisipasi yang semakin luas. Kami berharap komunitas Pencak Silat di berbagai negara dapat turut mendukung tujuan ini, dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi yang menjadi fondasinya,” ujar Fadli dalam keterangan Kementerian Kebudayaan yang diterima ANTARA, Senin (12/10/2026).

Diplomasi Budaya Jadi Langkah Indonesia Menuju Olimpiade

Fadli menjelaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi juga warisan budaya yang menggabungkan keterampilan fisik, seni, musik tradisional, serta nilai-nilai spiritual.

Menurutnya, keberlangsungan pencak silat sangat bergantung pada peran maestro, praktisi, dan komunitas yang secara konsisten mewariskan pengetahuan serta tradisi kepada generasi berikutnya.

Pemerintah Indonesia terus mendorong pengenalan pencak silat di berbagai negara untuk memperluas partisipasi internasional sekaligus memperkuat peluang olahraga tersebut masuk dalam ajang Olimpiade.

Pencak silat juga telah mendapatkan pengakuan internasional setelah UNESCO memasukkannya ke dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity pada 2019.

Pengakuan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian pencak silat sebagai identitas budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah dan tradisi.

Kementerian Kebudayaan mencatat sebanyak 3.277 elemen Warisan Budaya Takbenda Indonesia, termasuk tradisi pencak silat yang terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan kebudayaan.

Festival Pencak Silat di Belanda Libatkan Tiga Delegasi Indonesia

Festival pencak silat internasional yang digelar pada 10–11 Oktober 2026 tersebut diselenggarakan oleh Federasi Pencak Silat Belanda atau Nederlandse Pencak Silat Federatie (NPSF).

Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pertunjukan budaya, demonstrasi pencak silat, lokakarya, hingga kelas pelatihan yang mempertemukan para maestro Indonesia dengan komunitas pesilat di Belanda.

Sebanyak tiga delegasi Indonesia turut berpartisipasi dalam festival tersebut, yakni Panglipur Indonesia dari Jawa Barat, Harimau Singgalang dari Sumatera Barat, serta Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo Madiun dari Jawa Timur.

Kehadiran ketiga perguruan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keberagaman aliran pencak silat Indonesia kepada masyarakat internasional.

Fadli juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi NPSF yang terus mengembangkan pencak silat di Belanda melalui pembinaan perguruan dan praktisi.

Saat ini, organisasi tersebut menaungi sekitar 50 perguruan pencak silat dengan lebih dari 700 praktisi terdaftar.

“Keterlibatan komunitas lokal dalam menjaga tradisi Indonesia ini menunjukkan peran penting hubungan antar masyarakat atau people-to-people relations dalam diplomasi budaya,” kata Fadli.

Pemerintah Dukung Pengembangan Pencak Silat melalui Dana Kebudayaan

Kementerian Kebudayaan turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan festival melalui Dana Indonesia Raya yang merupakan dana abadi kebudayaan.

Dukungan tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan bagi para pelaku seni, maestro, dan komunitas budaya Indonesia dalam memperkenalkan warisan budaya nasional di tingkat internasional.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap hubungan antara komunitas pencak silat Indonesia dan Belanda semakin kuat serta berkembang menjadi kerja sama yang berkelanjutan.

Selain memperluas jaringan internasional, festival tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat dunia untuk mempelajari pencak silat sebagai olahraga sekaligus warisan budaya.

Fadli menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai tradisional pencak silat di tengah upaya memperluas pengakuannya sebagai cabang olahraga internasional.

“Kami berharap Pencak Silat semakin dikenal oleh masyarakat dunia, sekaligus terus menjadi jembatan persahabatan dan fondasi hubungan antarbangsa yang kokoh melalui kebudayaan,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia berharap semakin banyak negara mengembangkan pencak silat sehingga dukungan internasional terhadap aspirasi masuknya olahraga tersebut ke Olimpiade terus meningkat.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026