
Pantau - Psikolog anak dan remaja mengingatkan orang tua agar memastikan anak berada dalam pengawasan orang dewasa yang dipercaya sebelum meluangkan waktu untuk diri sendiri atau me time, menyusul meningkatnya perhatian publik terhadap keselamatan anak saat orang tua menjalankan aktivitas pribadi.
Psikolog anak dan remaja Sani B. Hermawan mengatakan orang tua tetap dapat menikmati waktu pribadi maupun menjalankan hobi selama kebutuhan dan keselamatan anak terjamin.
Menurutnya, kesempatan orang tua untuk beristirahat atau melakukan kegiatan yang disukai sangat dipengaruhi oleh ketersediaan dukungan pengasuhan.
"Orang tua itu sebenarnya masih bisa meluangkan waktu untuk dirinya sendiri. Cuma, kalau support system-nya tidak banyak, peluang orang tua memiliki me time mungkin akan jadi lebih sedikit," kata Sani saat dihubungi di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Direktur Lembaga Psikologi Daya Insan itu menekankan pentingnya kerja sama antara orang tua dan orang-orang terdekat agar pengasuhan anak tetap berjalan dengan baik.
Orang Tua Perlu Membangun Kerja Sama Pengasuhan
Sani menjelaskan bahwa dukungan pengasuhan atau support system menjadi salah satu faktor yang menentukan kesempatan orang tua memiliki waktu pribadi.
Kerja sama pengasuhan dapat dilakukan bersama pasangan, kakek dan nenek, saudara, maupun pengasuh yang dipercaya.
Namun, orang tua perlu memastikan bahwa orang yang diminta membantu benar-benar memiliki kemampuan untuk mengawasi dan memenuhi kebutuhan anak.
Menurut Sani, keberadaan anggota keluarga atau pengasuh dapat membantu orang tua mengatur waktu antara tanggung jawab pengasuhan dan kebutuhan pribadi.
Kesempatan tersebut dapat digunakan untuk beristirahat, menjalankan hobi, atau melakukan kegiatan yang menyenangkan.
Meski demikian, pengalihan tanggung jawab pengasuhan harus dilakukan dengan mempertimbangkan usia serta kebutuhan anak.
Anak yang masih bayi, misalnya, membutuhkan pengawasan lebih intensif dibandingkan anak yang lebih besar.
Karena itu, orang tua disarankan menyesuaikan durasi kegiatan pribadi dengan kondisi pengasuhan yang tersedia.
Manfaatkan Waktu Anak Tidur untuk Menjalankan Hobi
Selain meminta bantuan orang terdekat, Sani menyarankan orang tua memanfaatkan waktu singkat ketika anak sedang tidur.
Waktu tersebut dapat digunakan untuk melakukan kegiatan sederhana yang disukai.
Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan antara lain menonton, membaca buku, atau menjalankan hobi di rumah.
Menurut Sani, orang tua perlu bersikap realistis terhadap waktu yang tersedia untuk kegiatan pribadi.
Hal tersebut terutama berlaku bagi orang tua yang memiliki bayi atau anak kecil dengan kebutuhan pengawasan tinggi.
Waktu pribadi tidak harus berlangsung lama apabila kondisi pengasuhan belum memungkinkan.
Orang tua dapat menyesuaikan kegiatan dengan rutinitas anak tanpa mengurangi perhatian terhadap keselamatannya.
Anak Perlu Dikenalkan kepada Pengasuh Secara Bertahap
Sani juga menyarankan orang tua membiasakan anak berinteraksi dengan orang dewasa lain yang aman dan dipercaya.
Pengenalan tersebut sebaiknya dilakukan secara bertahap agar anak dapat menyesuaikan diri dengan kehadiran pengasuh selain orang tuanya.
Orang dewasa yang dilibatkan dalam pengasuhan perlu memiliki kemampuan dan kesediaan untuk mendampingi anak.
Langkah tersebut dapat membantu orang tua membangun kerja sama pengasuhan yang lebih teratur.
Dengan adanya orang dewasa lain yang dipercaya, orang tua memiliki kesempatan untuk melakukan aktivitas pribadi tanpa meninggalkan anak tanpa pengawasan.
Namun, orang tua tetap perlu memastikan bahwa pengasuh memahami tanggung jawab yang diberikan.
Psikolog UI Ingatkan Pengasuh Harus Bertanggung Jawab Penuh
Psikolog klinis anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo menegaskan bahwa menitipkan anak tidak cukup hanya dengan memastikan ada orang dewasa di sekitarnya.
Menurut psikolog dari Lembaga Psikologi Universitas Indonesia itu, tanggung jawab pengasuhan harus diserahkan secara jelas kepada orang yang dipercaya.
Orang tersebut juga harus bersedia dan mampu memberikan pengawasan yang sesuai dengan kebutuhan anak.
"Pastikan orang yang dititipi memahami bahwa ia sedang bertanggung jawab menjaga anak, bukan sekadar berada di dekatnya," kata Vera saat dihubungi secara terpisah.
Vera mengingatkan bahwa pengasuhan membutuhkan perhatian aktif terhadap kondisi dan keselamatan anak.
Karena itu, orang tua perlu memastikan pengasuh memahami tugasnya sebelum meninggalkan anak untuk menjalankan kegiatan pribadi.
Jangan Pergi Diam-Diam Saat Meninggalkan Anak
Vera juga memberikan sejumlah saran agar anak lebih siap ketika harus berada bersama pengasuh.
Sebelum pergi, orang tua sebaiknya menjelaskan siapa yang akan menemani anak selama mereka tidak berada di dekatnya.
Penjelasan tersebut perlu disampaikan menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak.
Orang tua juga disarankan memberi tahu kapan mereka akan kembali.
Menurut Vera, kebiasaan meninggalkan anak secara diam-diam sebaiknya dihindari.
Setelah menyelesaikan kegiatan pribadi, orang tua perlu meluangkan waktu untuk kembali berinteraksi dengan anak.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan antara orang tua dan anak meskipun terdapat pembagian waktu untuk kegiatan pribadi.
Keselamatan Anak Harus Jadi Prioritas Saat Orang Tua Bepergian
Vera mengingatkan bahwa perencanaan menjadi semakin penting apabila orang tua ingin menjalankan hobi di luar rumah.
Kegiatan seperti mendaki gunung perlu mempertimbangkan kebutuhan dan keselamatan anak.
Orang tua disarankan menyesuaikan rencana serta target perjalanan dengan kondisi pengasuhan yang tersedia.
Perhatian terhadap keselamatan anak kembali mencuat di media sosial setelah sejumlah peristiwa yang melibatkan anak saat orang tua melakukan aktivitas lain.
Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah meninggalnya seorang balita setelah terjatuh di sebuah hotel di Samarinda, Kalimantan Timur, ketika orang tuanya sedang sarapan.
Peristiwa lainnya berkaitan dengan seorang anak yang ditinggalkan sendirian di dalam tenda ketika orang tuanya mendaki Gunung Prau, Jawa Tengah.
Kedua peristiwa tersebut memicu pembahasan mengenai pentingnya pengawasan anak ketika orang tua membutuhkan waktu pribadi atau menjalankan hobi.
Para psikolog menekankan bahwa kebutuhan orang tua untuk beristirahat tetap dapat dipenuhi selama tanggung jawab pengasuhan diberikan kepada orang dewasa yang mampu dan dipercaya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




