HOME  ⁄  Lifestyle

Dokter Ingatkan Risiko Suntik Stimulator Kolagen, Keamanan dan Sertifikasi Produk Harus Jadi Prioritas

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dokter Ingatkan Risiko Suntik Stimulator Kolagen, Keamanan dan Sertifikasi Produk Harus Jadi Prioritas
Foto: (Sumber :Peluncuran Julaine of Sweden di Indonesia oleh Nordberg Medical beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO).)

Pantau - Dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika dr. Deasy Lius, Sp.DVE, mengingatkan masyarakat agar mengutamakan keamanan, sertifikasi produk, dan bukti klinis sebelum menjalani perawatan kulit menggunakan stimulator kolagen.

Menurutnya, pemilihan produk perawatan estetika tidak boleh hanya mempertimbangkan manfaat yang ditawarkan, tetapi juga harus memperhatikan kualitas serta potensi efek samping.

“ Saat memilih stimulator kolagen, keamanan adalah prioritas utama. Secara pribadi, saya selalu memperhatikan sertifikasi yang dimiliki oleh suatu produk,” kata dr. Deasy dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Penggunaan stimulator kolagen semakin berkembang seiring meningkatnya kebutuhan perawatan kulit akibat penurunan produksi kolagen secara alami.

Namun, prosedur yang dilakukan melalui injeksi tersebut memerlukan pemeriksaan dan penilaian tenaga medis yang kompeten.

Produksi Kolagen Menurun Seiring Bertambahnya Usia

Kolagen merupakan protein yang berperan penting dalam menjaga kekuatan, struktur, dan elastisitas kulit.

Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dalam tubuh secara alami mengalami penurunan.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan perubahan pada kulit, seperti berkurangnya kekenyalan dan munculnya kerutan.

Perkembangan teknologi kedokteran estetika kemudian menghadirkan berbagai metode perawatan yang bertujuan membantu memperbaiki kualitas kulit.

Salah satu pendekatan yang digunakan adalah stimulator kolagen atau biostimulator.

Bahan tersebut dirancang untuk merangsang pembentukan kolagen secara bertahap melalui respons biologis tubuh.

Meski demikian, hasil perawatan dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada kondisi kulit dan respons tubuh terhadap bahan yang digunakan.

Dokter Tekankan Pentingnya Sertifikasi dan Bukti Klinis

Dr. Deasy menegaskan bahwa keamanan menjadi pertimbangan utama dalam memilih produk stimulator kolagen.

Menurutnya, sertifikasi produk merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan sebelum melakukan tindakan estetika.

“Julaine memiliki profil keamanan yang kuat, dan saya sangat mengapresiasi upaya Nordberg Medical dalam meraih sertifikasi EU MDR serta mengupayakan persetujuan dari US FDA. Hal ini mencerminkan komitmen mereka terhadap kualitas dan keselamatan pasien,” kata dr. Deasy.

Selain sertifikasi, pemilihan produk biostimulator perlu mempertimbangkan bukti klinis yang mendukung penggunaannya.

Evaluasi juga harus mencakup manfaat yang diharapkan, kemungkinan efek samping, serta kesesuaian produk dengan kondisi pasien.

Setiap produk biostimulator dapat memiliki karakteristik dan mekanisme kerja yang berbeda.

Karena itu, penentuan jenis perawatan perlu dilakukan berdasarkan penilaian medis, bukan semata-mata mengikuti tren kecantikan.

Suntik Stimulator Kolagen Memerlukan Pemeriksaan Medis

Penggunaan stimulator kolagen melalui prosedur injeksi membutuhkan penanganan tenaga medis yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya.

Sebelum menjalani tindakan, pasien perlu berkonsultasi untuk mengetahui kondisi kulit dan tujuan perawatan.

Konsultasi tersebut juga diperlukan untuk menilai apakah prosedur yang dipilih sesuai dengan kebutuhan pasien.

Tenaga medis perlu mempertimbangkan potensi risiko dan efek samping yang dapat muncul setelah tindakan.

Selain itu, pasien perlu memahami bahwa perubahan kualitas kulit melalui stimulasi kolagen berlangsung secara bertahap.

Hasil perawatan juga tidak selalu sama pada setiap individu karena dipengaruhi kondisi biologis masing-masing pasien.

Nordberg Medical Luncurkan Stimulator Kolagen Berbasis PLLA di Indonesia

Di tengah perkembangan teknologi perawatan kulit, perusahaan bioteknologi asal Swedia, Nordberg Medical, meluncurkan produk Julaine of Sweden di Indonesia pada 2026.

Produk tersebut merupakan stimulator kolagen berbasis poly-L-lactic acid (PLLA) yang diberikan melalui prosedur injeksi.

PLLA digunakan sebagai bahan biostimulator yang dirancang untuk merangsang pembentukan kolagen.

Dalam keterangannya, dr. Deasy menyoroti upaya Nordberg Medical memperoleh sertifikasi European Union Medical Device Regulation (EU MDR) serta mengupayakan persetujuan dari United States Food and Drug Administration (US FDA).

Upaya memperoleh persetujuan tersebut tidak berarti seluruh proses perizinan telah selesai, sehingga status sertifikasi dan izin penggunaan produk tetap perlu diperiksa.

Masyarakat Diimbau Tidak Mengabaikan Keamanan Perawatan Estetika

Perkembangan teknologi biomaterial membuka pilihan baru dalam perawatan kulit, termasuk penggunaan stimulator kolagen.

Namun, keamanan dan kesesuaian tindakan tetap menjadi faktor penting yang harus diperhatikan sebelum menjalani prosedur.

Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan pilihan perawatan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien.

Bukti klinis, kualitas produk, sertifikasi, serta potensi efek samping menjadi aspek yang perlu dipertimbangkan secara menyeluruh.

Dengan demikian, penggunaan stimulator kolagen diharapkan dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan medis yang tepat dan mengutamakan keselamatan pasien.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026