
Pantau - Perdana Menteri Kanada Mark Carney menginstruksikan para diplomat negaranya di Amerika Serikat (AS) untuk tidak bertemu kandidat pemilu sela hingga 3 November 2026 guna menghindari tuduhan campur tangan dalam politik domestik AS.
Kebijakan tersebut dilaporkan Bloomberg pada Kamis (22/10/2026), menyusul meningkatnya ketegangan antara Ottawa dan Washington terkait perselisihan perdagangan serta dugaan keterlibatan pejabat Kanada dalam pemilu AS.
Berdasarkan arahan pemerintah Kanada, para diplomat dilarang mengadakan pertemuan atau berada dalam satu ruangan dengan kandidat anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) maupun Senat AS tanpa izin khusus.
Pembatasan tersebut berlaku hingga pelaksanaan pemilu sela AS pada 3 November 2026.
Diplomat Kanada Dilarang Bertemu Kandidat Kongres AS
Menurut laporan Bloomberg, pemerintah Kanada menyampaikan panduan baru kepada para diplomatnya pada Selasa (20/10/2026).
Panduan tersebut mengatur pembatasan interaksi antara diplomat Kanada dan kandidat yang akan mengikuti pemilu sela AS.
Diplomat Kanada tidak diperbolehkan bertemu kandidat anggota DPR maupun Senat AS kecuali telah memperoleh izin khusus.
Larangan juga mencakup keberadaan diplomat dalam satu ruangan dengan kandidat yang sedang mengikuti kontestasi politik.
Namun, pembatasan tersebut tidak berlaku untuk pertemuan bisnis dengan pejabat terpilih yang tidak mencalonkan diri kembali.
Diplomat Kanada masih diperbolehkan mengadakan pertemuan dengan pejabat tersebut apabila diperlukan untuk menjalankan tugas.
Meski demikian, mereka diminta memastikan tidak ada dokumentasi foto bersama pejabat AS dalam pertemuan tersebut.
Mark Carney Bantah Kanada Berupaya Pengaruhi Pemilu AS
Sebelum arahan tersebut diberlakukan, Perdana Menteri Mark Carney telah menegaskan bahwa pemerintah Kanada tidak berupaya memengaruhi hasil pemilu Amerika Serikat.
Carney menyampaikan bahwa aktivitas pejabat Kanada di AS berkaitan dengan kepentingan ekonomi negaranya.
Menurutnya, pemerintah Kanada berupaya melindungi kepentingan nasional di tengah pemberlakuan tarif perdagangan oleh Amerika Serikat.
Carney juga menegaskan bahwa kebijakan pemerintahnya ditujukan untuk melindungi pekerja, keluarga, dan perekonomian Kanada.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah muncul tuduhan dari sejumlah pejabat AS mengenai kemungkinan keterlibatan Kanada dalam politik domestik negara itu.
Pemerintah Kanada sebelumnya telah membantah tuduhan campur tangan tersebut.
Duta Besar AS Peringatkan Kanada Tidak Ikut Campur Pemilu
Ketegangan meningkat setelah Duta Besar Amerika Serikat untuk Kanada, Pete Hoekstra, menyampaikan peringatan kepada Ottawa pada 14 Oktober 2026.
Hoekstra mengatakan Washington menginginkan Kanada "tidak ikut campur" dalam pemilu AS mendatang.
Ia kemudian memperingatkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump akan mengawasi aktivitas pejabat Kanada menjelang pemilu sela.
Hoekstra turut menyoroti dugaan keterlibatan sejumlah tokoh politik Kanada.
Nama-nama yang disebut meliputi Perdana Menteri Wilayah Ontario Doug Ford, Menteri Perindustrian Melanie Joly, serta mantan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.
Pemerintah Kanada membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa kebijakan yang dijalankan berorientasi pada kepentingan ekonomi nasional.
Perselisihan Dagang Kanada dan AS Perburuk Hubungan Diplomatik
Arahan pembatasan pertemuan diplomat muncul ketika hubungan Kanada dan Amerika Serikat menghadapi ketegangan perdagangan dan diplomatik.
Pemberlakuan tarif AS menjadi salah satu persoalan yang memengaruhi hubungan kedua negara.
Pada akhir September 2026, Penasihat Perdagangan Gedung Putih Peter Navarro juga memperingatkan Ottawa agar tidak mencampuri pemilu AS.
Navarro secara khusus menyoroti negara bagian Maine dan Michigan yang dinilai memiliki kaitan dengan kepentingan politik dalam pemilu sela.
Peringatan tersebut menambah tekanan terhadap pemerintah Kanada di tengah upaya mempertahankan hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat.
Pembatasan Berlaku hingga Pemilu Sela AS pada 3 November
Pemerintah Kanada menetapkan bahwa arahan kepada para diplomat akan berlaku hingga 3 November 2026.
Tanggal tersebut bertepatan dengan penyelenggaraan pemilu sela Amerika Serikat untuk memilih anggota Kongres.
Selama periode pembatasan, diplomat Kanada tetap dapat menjalankan pertemuan resmi tertentu sepanjang tidak melanggar ketentuan yang telah ditetapkan.
Pertemuan dengan kandidat pemilu hanya dapat dilakukan apabila terdapat izin khusus.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintahan Mark Carney berupaya mencegah munculnya tuduhan baru mengenai campur tangan Kanada dalam proses politik Amerika Serikat.
- Penulis :
- Aditya Yohan




